Kerjasama dengan Astra-Kemendes, IPB Kembangkan One Village One CEO di Garut

Daerah

Rabu, 30 November -0001 | 00:00 WIB

200208195024-kerja.jpg

Agus Somantri

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) berkomitmen penuh mendorong perekonomian desa. Lewat berbagai program dan inovasinya, IPB berkolaborasi dengan berbagai pihak memeberdayakan desa.

Salah satunya melalui program Desa Sejahtera dan Pembinaan Petani Muda di Kabupaten Garut. Bersama PT Astra Internasional, Kementerian Desa, dan Pemprov Jabar, program ini bertujuan mengembangkan potensi perekonomian desa yang berbasis teknologi.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Arif Satria, mengatakan, program yang digagasnya bersama PT Astra ini diharapkan melahirkan Sosiopreneur.

"Mereka nantinya diharapkan mampu menularkan ilmunya kepada masyarakat di pedesaan," ujarnya saat membuka kegiatan Program Desa Sejahtera Astra dan Pembinaan Petani Muda IPB di Kampung Cipenta, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (8/2/2020).

Arif menjelaskan, sosiopreneur adalah orang-orang yang mampu memanfaatkan inovasi untuk melakukan pendampingan desa. Hal ini sejalan dengan Astra yang notabene punya supervisi program Desa Sejahtera.

"Begitu juga dengan Pemprov Jabar dengan program One CEO One Vilage. Jadi kita coba sinergikan seluruhnya," ucap rektor yang pernah menjadi Dekan Fakultas Ekologi Manusia itu.

Arif menegaskan, sinergi dan kolaborasi perlu dilakukan untuk mewujudkan pertanian yang maju dan sejahtera. Sebab kalau dibiarkan begitu saja, pertanian akan menjadi sebuah beban. Namun apabila diberdayakan dengan percepatan dengan tekhnologi canggih maka akan menjadi kekuatan.

"Bahkan peningkatan kemajuan teknologi di bidang pertanian maupun peternakan ini bisa menjadi kekuatan kita, dalam menopang tekhnologi nasional," katanya.

Dalam kesempatan itu, Arif juga berbicara ihwal potensi SDM kampus pimpinannya. Menurutnya, program pemberdayaan desa ini menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk mentransformasikan ilmunya, dalam kaitannya dengan pengembangan desa.

"Lulusan IPB akan siap menjadi CEO, yang masuk melalui aparat BUMDes kemudian mentransformasi teknologi canggih. Ini saya pikir salah satu wujud implementasi kampus merdeka," ucapnya.

Arif menegaskan, jika industri di sebuah negara akan mengalami kemajuan saat desa kuat. Namun, ketimpangan akan terjadi apabila desa melemah. Oleh sebab itu, transformasi tekhnologi dirasakan sangat diperlukan dalam pertanian, peternakan, dan pedesaan.

"Instrumennya adalah SDM Unggul. Itu yang saat ini IPB lakukan," ujarnya.

Arif pun berharap, lulusan-lulusan IPB yang bergerak di bidang pertanian, secara nyata mampu membangun desa dengan teknologi baru.

Sementara itu Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk, Bondan Susilo, menyebutkan, pihaknya telah meluncurkan program Kegiatan Desa Sejahtera pada 100 Desa di Jawa Barat.

"Kurang lebih 53 Desa diantaranya bekerjasama dengan IPB," ucapnya.

Susilo pun mengemukakan alasan Astra memilih IPB dalam program ini. Menurutnya, IPB punya nilai plus di bidang pertanian.

"Seperti dilihat tadi ada sapi dan kopi. Menarik tinggal dikembangkan bersama. Astra punya kompetensi manufakturnya sedangkan IPB dibidang research dari technologinya," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR