Gara-Gara Protes Warga, Pasar Sidodadi Direnovasi Ulang

Nasional

Jumat, 7 Februari 2020 | 20:16 WIB

200207201749-gara-.jpg

Tok Suwarto

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengendarai motor ke pelataran parkir Pasar Sidodadi yang baru diresmikan.

BANGUNAN Pasar Sidodadi yang terletak di kawasan Kleco dan berada di gerbang masuk Kota Solo dari arah barat, terpaksa direnovasi ulang gara-gara diprotes masyarakat yang terganggu akses lalu lintasnya. Pemkot Solo secara khusus membuat pelataran parkir dan lokasi pedagang oprokan di atas bangunan lama Pasar Sidodadi. 

Wali Kota  Solo, FX. Hadi Rudyatmo, ketika meresmikan Pasar Sidodadi di ujung Jln. Slamet Riyadi tersebut, Jumat (7/2/2020), menyatakan, Pemkot Solo berupaya tanggap terhadap kepentingan masyarakat yang terganggu. Pembangunan kembali Pasar Sidodadi, merupakan wujud dari tanggapan pemerintah terhadap keluhan masyarakat tersebut. 

"Pasar Sidodadi yang sudah kita bangun beberapa waktu lalu, ternyata menyisakan persoalan berupa akses jalan yang tidak bisa dimanfaatkan masyarakat. Fasilitas jalan umum di sekitar pasar tidak bisa dipakai untuk lalu lintas dengan nyaman dan lancar," ujarnya. 

Berdasarkan keluhan-keluhan warga masyarakat tersebut, sambungnya, Pemkot Solo mengambil kebijakan menyiapkan tempat untuk menampung para pedagang yang mengokupasi jalan umum. Dalam membangun ulang Pasar Sidodadi tersebut, Pemkot Solo menyiapkan tempat untuk menampung pedagang sekaligus lahan parkir di lantai atas bangunan pasar lama. 

"Kita berharap, Pasar Sidodadi dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya para pedagang maupun pembeli agar lebih aman dan nyaman. Peningkatan fasilitas pasar akan terus kita kembangkan,  guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam perekonomian dan tidak mengganggu lingkungan," jelasnya. 

Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Solo, Heru Sunardi, menyampaikan bangunan Pasar Sidodadi yang baru terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 terdiri dari 16 kios dan 87 los. Sedang lantai 2 memuat 16 pedagang pelataran dan tempat parkir 

"Pada saat pembangunan dulu, para tokoh masyarakat Karangasem menyatakan protes karena kendaraan yang parkir di Pasar Sidodadi pada pagi hari menutup akses lalu lintas. Sehingga pada saat perencanaan berikutnya kita siapkan parkir khusus di atas supaya akses lalu lintas masuk kampung dapat berjalan lancar," ungkapnya. 

Bangunan baru Pasar Sidodadi berdiri di atas tanah seluas 710 meter persegi. Sedangkan luas bangunan lantai 1 dan lantai 2 total seluruhnya seluas1.060 meter persegi. 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR