Bogor Street Festival, Jatung Kota Diprediksi Padat dan Beberapa Jalan Ditutup

Seni & Budaya

Jumat, 7 Februari 2020 | 20:10 WIB

200207201207-bogor.jpg

okezone

PUSAT Kota Bogor seperti Jalan Raya Pajajaran dan Jalan Otto Iskandar Dinatta (Sistem Satu Arah) diprediksi kian macet pada pelaksanaan Bogor Street Festival CGM 2020, Sabtu (8/2/2020). Dinas Perhubungan Kota Bogor mengimbau warga yang ingin menyaksikan festival tersebut untuk tidak membawa kendaraan karena kantong parkir di kawasan festival terbatas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, kawasan Jalan Suryakencana akan ditutup pada pukul 12.00. Arus lalu lintas akan dialihkan menuju Jalan Empang dan Jalan Djuanda.

Penutupan tersebut termasuk jalur-jalur lain yang mengarah ke Jalan Suryakencana, seperti Jalan Pedati, Jalan Pasar, Jalan Lawang Saketeng, Jalan Ranggagading, Gang Besi dan Gang Aut. Penutupan jalan juga berlaku di simpang Jalan Sukamulya menuju Jalan Siliwangi, dan simpang Jalan Warban menuju Jalan Siliwangi.

“Jalur itu harus steril dari kendaraan bermotor. Kami juga tempatkan anggota di titik-titik potensi kepadatan lalu lintas, seperti Simpang Empang, dan titik lainnya. Jalan yang ditutup kita akan pasangi water barrier dan pembatas beton,” ujar Eko Prabowo seperti dikabarkan wartawan pikiran rakyat, Windiyati Retno,Jumat (7/2/2020).

Sementara itu, Wakil Kapolresta Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Muhammad Arsal Sahban menuturkan, ada 426 personel polisi yang disiagakan untuk mengurai kepadatan selama Bogor Street Festival berlangsung. Sementara total pengamanan personel lintas sektoral sebanyak 1.021.

Selain pengaturan lalu lintas, ada beberapa atensi yang dititikberatkan tim pengamanan yakni persoalan kriminalitas dan pencegahan aksi terorisme. Menurut Arsal, antisipasi masalah kriminalitas sudah dilakukan selama sepekan dengan melakukan patroli gabungan selama 24 jam.

“Kami ingin menciptakan suasana kondusif dan muncul hal-hal positif terkait dengan Kota Bogor,” ujar Arsal.

Selanjutnya, kata Arsal, dalam mengantisipasi ancaman teror, jajaran intelijen dan sebagainya juga bergerak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu yang menjadi titik berat pengamanan, memang pada permasalahan lalu lintas. Dengan prediksi kunjungan sekitar 6000 orang, Arsal memastikan kemacetan pasti akan terjadi.

“Karena ini adalah event besar tentu pengisi acaranya banyak, juga penontonnya akan tumplek di sini. Kami antisipasi dengan penutupan jalur di lokasi acara dan juga pengalihan arus di beberapa ruas jalan,” kata Arsal.

Lebih lanjut, Arsal mengimbau warga untuk tetap menjaga ketentraman dan meningkatkan kewaspadaan saat menonton even tersebut. Arsal berharap masyarakat Kota Bogor dapat turut mensukseskan Bogor Street Festival.

“Ini adalah event yang akan sangat mengangkat potensi bagi Kota Bogor. Masyarakat dari luar Bogor itu pasti akan berbondong-bondong ke sini sehingga apabila warga bisa menampilkan identitas sebagai masyarakat yang ramah, toleran tentunya akan mengangkat potensi yang ada. Itu akan berdampak kepada ekonomi masyarakat,” ujar Arsal.

Ketua Pelaksana Bogor Street Festival 2020, Arifin Hiwawan mengatakan, Bogor Street Festival tahun ini, masih mengusung tagline ‘Ajang Budaya Pemersatu Bangsa’ dengan tema ‘Looking Eastward’. Tema itu merujuk pada status Bangsa Indonesia sebagai bagian dari Asia Timur yang diperhitungkan dunia.

“Even ini menunjukkan NKRI dengan makna peradaban bangsa ketimurannya. Secara filosofi, menatap ke Timur, sebagai simbol matahari terbit, sumber dan pembawa kecerdasan,” kata Arifin.

Menurut Arifin, ada beberapa penampilan berbeda dalam Bogor Street Festival nanti. Ada penampilan seni dan budaya dari Papua dan Nusa Tenggara Timur, serta penampilan seniman bambu. Panitia secara khusus menampilkan seni bambu karena bambu merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di seluruh Indonesia.

“Filosofinya, menggambarkan Indonesia sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” kata Arif.

Penanggung jawab acara, Jemmy Charter menambahkan, beberapa kesenian nusantara yang akan tampil di antaranya dari Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Bali. Sedangkan tim kesenian yang ikut serta asal Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Purwakarta, belasan sanggar dari Kota dan Kabupaten Bogor, serta dan tim kesenian dari negara tetangga. Melengkapi penampilan tim, panitia menjanjikan suasana karnaval dengan sentuhan konsep yang lebih kuat, tata panggung dan pencahayaan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

"Selain tampil saat karnaval, ada 25 tim seni dan budaya dari komunitas pada panggung yang disiapkan oleh panitia," ungkap Jemmy Charter.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR