RTBWF Siap Ramaikan Akhir Pekan Warga Kota Bandung

Seni & Budaya

Kamis, 6 Februari 2020 | 22:20 WIB

200206222249-rtbwf.jpg

UNTUK melestarikan wayang, Road To Bandung Wayang Festival siap ramaikan akhir pekan masyarakat Kota Bandung, di Cihampelas Walk, Sabtu (8/2/2020).

Gelaran ini akan berlangsung selama 2 hari dengan mengangkat tema keberagaman. RTBWF merupakan event pengantar dari Bandung Wayang Festival (BWF) yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2020 mendatang.

Direktur Bandung Wayang Festival, Hermawan Rianto, menuturlan, bahwa kegiatan (event) ini diperuntukan untuk melestarikan Wayang yang sudah di tetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO.

"Pada 7 November tahun 2003 UNESCO telah menetapkan wayang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia, oleh karena itu kami berniat membuat BWF di Bandung, dimana Bandung merupakan tempat tertua wayang golek," katanya saat konferensi pers, di Hanggar Kopi Sunda, Jalan Anggrek, Kota Bandung, Kamis (6/2/2020).

Sebenarnya BWF pertama kali dilaksanakan pada tahun 2011, pada saat itu BWF telah diikuti hampir sebanyak 900 seniman dari berbagai pertunjukan wayang dalam berbagai media, mulai dari wayang tradisi, musik, film hingga pameran.

"Tahun2011 kita telah membuat Kota Bandung sebagai City Event, Pengikut terdiri dari para pelaku wayang tradisi, modern sampai karya turunan wayang mulai dari, drama tari, konser karawitan, action figur dan sebagainya," katanya.

Namun demikian, untuk kali ini BWF akan berusaha lebih menarik kaum milenial agar bisa ikut serta melestarikan wayang. Maka kali ini, Hermawan menekankan akan mengutamakan kualitas demi menarik minat kaum milenial tersebut.

Adapun acara utama pada RTBWF nanti diantaranya akan menampilkan Pagelaran Wayang Potehi Rumah Cinwa, Wayang Ringkang (45 Dalang) Tatan Sugandi dab Wayang Tavip yang mampu menghadirkan perspektif baru dalam dunia pawayangan.

"Kalau dulu kita bersandar pada kuantitas sekarang bersandar pada kualitas kami akan menampilkan wayang yang punya keragaman yag berbeda. Sehingga penonton akan dapatkan keragaman yang luar biasa dari wayang tradisi sampai moderen," jelasnya.

Tidak hanya 3 acara utama itu saja, Acara yang didukung penuh oleh Coklat Kita Napak Jagad Pasundan ini juga akan menghadirkan workshop pembuatan wayang dari bahan limbah, workshop alat musik tradisi Rampak kendang Kendangers, Karinding Cekas Kasunda, Jehan 'Kabayan' Jago Sulap, Calung NJP, serta both Zeni Nugroho Art Studio, Galeri Putra Giri Harja 3 dan Lukisan Kusdono Rastika. Diluar itu, Perwakilan Coklat Kita,

Tries Pondang mengatakan, bahwa Coklat Kita sangat konsen dalam kegiatan yang berbasis budaya khususnya yang ada di Jawa Barat.

"Jadi kami pernah mengatakan bahwa Coklat Kita merupakan satu wadah offline dan Online yang aktivasinya di bidang budaya. Dan kami berkomitmen mendukung kegiatan festival wayang yang akan dimulai dari Road To Bandung Wayang Festival pada Sabtu nanti,"katanya.

Seperti diketahui selain rangkaian BWF, Coklat Kita juga memiliki beberapa kegiatan yang bersinggungan langsung dengan budaya seperti Napak Jagat Pasundan (NJP). Dan NJP akan hadir menghiasi RTBWF melalui botsnya.

"Jadi audience bisa langsung berinteraksi nanti di bots NJP, kita akan memberikan warna untuk RTBWF dengan harapan bisa terus bersinergi sampai acara pamungkasnya di bulan Juli," katanya.

Ia pun berharap dengan kegiatan ini, pihaknya bisa lebih mendekatkan wayang dengan kaum milenial. Seperti diketahui selama ini Coklat Kita selalu berhasil mengemas budaya dengan sajian yang menarik dan nikmat untuk ditonton.

"Jujur ketika berbicara budaya pemikiran lebih ke orangtua tapi kita melalui NJP akan memberikan kemasan dan kesan yang baik bagi warga Kota Bandung, karena dalam hal ini kita bersinergi dan mendukung penuh pelestarian budaya,"katanya.

Tambahnya kedepan Coklat Kita juga akan memberikan kejutan dengan menggelar satu pagelaran di bulan Maret.

"Ini satu kejutan NJP akan menggelar satu pagelaran besar di Sabuga selama dua hari kita akan mengajak seluruh stake holder di Bandung dan Jawa Barat, dengan menggelar drama teatrikal dan konser budaya sebelum ke BWF di bulan Juli," ungkapnya. (H.SS-ADV/Ferdy/GM)

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR