Kampung Pelangi Bisa Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Pariwisata

Kamis, 6 Februari 2020 | 17:44 WIB

200206174503-kampu.jpg

Engkos Kosasih

SEJUMLAH anak-anak terlihat ceria dan bahagia saat bermain di lantai rumah dan halaman rumah mereka di Kampung Pelangi Pantes RT 04/RW 10 Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Kamis (6/2/2020).

Sudah dua bulan ini, kampung yang terdiri dari 30 rumah yang dihuni 30 kepala keluarga itu sedang dalam proses penataan pada bagian rumahnya. Para pengunjung yang pertama datang ke permukiman penduduk di antara lahan terasering itu, bisa melihat langsung warna rumah yang bervariasi. Mulai dari warna merah, kuning, hijau, biru, putih dan warna cerah lainnya sesuai dengan harapan para pemilik rumah dalam menerapkan motif rumah.

Melihat cat warna rumah yang variatif itu, warga setempat menyebutnya Kampung Pelangi Pantes. Bahkan pada bagian rumah yang dicat dengan warna yang bervariatif pada bagian dinding, pintu, atap genting itu, di antara pemilik rumah pun membuat gambar dari motif ikan hiu, bahkan dari gambar kartun mainan anak-anak. Semua itu mereka kerjakan secara spontanitas, dengan kemampuan masing-masing pemilik rumah.

Dengan warna rumah yang beraneka ragam itu, dipadukan dengan kondisi lingkungan rumah yang bersih. Gang yang ada di antara rumah juga terlihat bersih. Jalan gang dari jalan utama Jalan Kertasari menuju lokasi permukiman sejauh 50-70 meter pun dihiasi dengan aseupan yang terbuat dari anyaman bambu. Meski jalan itu dengan lebar kurang lebih 1 meter.

Dengan adanya penataan permukiman Kampung Pelangi Pantes itu, bisa menjadi daya tarik wisata. Bahkan bisa mendukung desa wisata dalam upaya mendongkrak ekonomi masyarakat, seiring dengan adanya daya tarik masyarakat yang berkunjung ke Kampung Pelangi Pantes tersebut.

Warga setempat, Daim (40), Ketua RT 04/RW 10 Kampung Pelangi Pantes menuturkan, Kampung Pelangi Pantes ini bernama Kampung Ramo Giling sebelum ada penataan dengan warna cat rumah bervariasi.

"Setelah ada penataan dan bentuk rumah menyerupai warna pelangi, Kampung Ramo Giling pun berubah nama menjadi Kampung Pelangi Pantes," kata Daim kepada wartawan di halaman rumahnya.

Di Kampung Pelangi itu, imbuhnya, sudah ada sekitar 30 rumah lebih yang melewati proses pengecatan dan dengan warna warni yang berbeda-beda.

"Kami berharap dengan adanya Kampung Pelangi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi," harap Daim.

Penataan Kampung Pelangi ini merupakan inisiatif Kepala Desa Cibeureum Efi Nur Taufik. Inisiatif sebagai bentuk terobosan dan inovasi kepala desa itu disambut baik oleh para pemilik rumah.

"Penataan Kampung Pelangi ini inisiatif Pak Kades," katanya. Atas inisiatifnya itu, kata Daim, kepala desa turut mensuport pemberian cat warna warni. Satu rumah itu bisa menghabiskan 8 kg, bahkan lebih dari itu. Pengecatannya pun dilakukan oleh warga pemilik rumah. Bahkan pada Kamis siang, Daim bersama warga lainnya masih melakukan pengecegan atap genting rumah dan pintu.

"Kita sebagai pemilik rumah hanya mengerjakan saja," ucapnya.

Dengan adanya penataan ini, katanya, setiap hari ada saja warga yang berkunjung ke Kampung Pelangi, meski belum banyak yang berkunjung. Meski hanya selfie di Kampung Pelangi, tetapi penataan permukiman ini sudah menjadi perhatian banyak pihak.

"Walaupun saat ini masih dalam penataan," katanya.

Ia mengatakan, Kampung Pelangi tersebut bisa menjadi contoh untuk kampung lainnya. Bahkan penataan ini bisa diperluas menjadi satu RW, jika didukung dengan anggaran yang ada.

Daim berharap dengan adanya penataan Kampung Pelangi ini bisa mendukung program desa wisata. "Anak-anak yang ada di kampung ini pun terlihat betah. Mereka terlihat ceria bermain di halaman rumahnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibeureum Efi Nur Taufik ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa penataan Kampung Pelangi itu atas inisiatif dirinya. "Penataan Kampung Pelangi ini bagian dari inovasi dan terobosan," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR