Polresta Bandung Ungkap Fakta Terbaru Pembunuhan Edward Silaban

Crime Story

Kamis, 6 Februari 2020 | 14:18 WIB

200206142000-polre.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

Wakapolresta Bandung, AKBP A. Agus R. (kanan) dan Kasatreskrim, AKP Agta Bhuana Putra menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan Edward Silaban saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Jln. Bhayangkara, Soreang, Kab. Bandung, Kamis (6/2/2020).

EMPAT fakta baru terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Edward Silaban di Kedai Ramen Bajuri, Jalan Gandasari, Desa Gandasoli, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, diungkap oleh Polresta Bandung.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan melalui Wakapolresta Bandung, AKBP A. Agus R menuturkan, dari hasil penyelidikan, tersangka utama mengaku mengambil uang korban senilai lebih dari Rp 2 juta setelah menghabisi nyawa korbannya.

"Jadi, selain pasal 338 dan 340 KUHPidana, kedua pelaku juga melanggar Pasal 365 KUHPidana, karena setelah mengeksekusi korban, tersangka mengambil uang milik korban," kata Agus saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Jln. Bhayngkara, Soreang, Kab. Bandung, Kamis (6/2/2020).

Tersangka membunuh korban karena terbelit utang dan pusing untuk membayarnya. Tersangka berpikiran, jika menghabisi nyawa korban, maka utangnya bisa lunas.

"Kedua tersangka utama ini sempat kabur ke Jakarta dan Bali, sebelum tertangkap di salah satu masjid di Malang, Jawa Timur," katanya.

Dalam pengungkapn kasus tersebut, tujuh orang tersangka yang terlibat saat ini telah ditangkap oleh Satreskrim Polresta Bandung. Dua orang merupakan tersangka utama yang berperan sebagai eksekutor dan otak pembunuhan, yakni LT (26) dan R (19). Dan lima orang tersangka lainnya berperan sebagai pembantu dua tersangka utama, masing-masing berinisial DM (20), SR (21), AM (20), DS (23), dan IN 21).

Agus menuturkan, datangnya korban ke kedai ramen tersebut, karena dijanjikan oleh tersangka utama akan melunasi sisa utang yang dipinjam tersangka kepada korban senilai Rp 150 juta.

Pada saat itu, LT meminta R untuk membantu mengeksekusi korban dengan dijanjikan akan dibelikan sebuah sepeda motor. Karena tergiur tawaran LT, R kemudian ikut membantu mengeksekusi Edward Silaban.

"Tersangka menjanjikan korban untuk melunasi utang. Saat korban datang ke kedai, tersangka mengajak korban ke belakang kedai untuk diajak ngobrol dan minum kopi. Tapi faktanya korban justru dihabisi disana," terangnya.

Saat mengobrol dengan LT, tersangka R sempat menjerat leher korban dari belakang dengan menggunakan tali sepatu. Namun, korban berontak dan akhirnya tersangka menghantamkan bata ke kepala korban.

"Karena korban masih berontak, tersangka menusukkan pisau dapur ke leher korban yang menyebabkan korban meninggal dunia," katanya.

Sedangkan lima tersangka lainnya membantu membantu membersihkan darah yang berceceran dan membantu membuang jasad korban. Setelah dihabisi, korban kemudian dibawa dengan menggunakan mobil sewaan yang sudah disiapkan. Saat proses pembuangan jenazah, dua orang tersangka pembantu ikut mengikuti mobil sewaan itu dengan sepeda motor.

Menurut Agus, sebelum dibuang di Curug Cisaronde, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tersangka sempat membawa jenazah ke daerah Kertasari dan Waduk Saguling.

"Jadi jenazah korban awalnya dibuang ke Kertasari. Tapi diambil lagi dan dibawa ke Saguling. Tapi akhirnya dibuang di Curug Cisaronde," ujarnya.

Sebelum dibuang, kata Agus, jenazah korban sempat dilucuti bajunya oleh para tersangka. Hingga kini, polisi masih mencari lokasi pembuangan baju milik korban tersebut. "Kami juga masih dalami kenapa pelaku tidak jadi membuang di Kertasari atau Saguling," katanya.

Sat ini, Polresta Bandung masih memburu empat tersangka lainnya yang kabur dan masuk daftar pencarian orang. Keempat tersangka tersebut berperan sebagai pembantu yang menutupi jejak kejahatan tersangka utama.

Agus mengimbau agar keempat tersangka segera menyerahkan diri ke polisi. Dengan begitu, ada pertimbangan hukuman jika keempat tersangka tersebut menyerahkan diri.

Berikut empat fakta terbaru kasus pembunuhan Edward Silaban:
1. Tersangka mengambil uang korban
2. Korban dijanjikan tersangka, utang akan dilunasi
3. Jasad korban dibuang di tiga tempat berbeda
4. Empat orang masih DPO

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR