Bak Didihan Emas, Menakjubkan Teleskop Canggih Ungkap Detail Permukaan Matahari dari Dekat

Ragam

Kamis, 6 Februari 2020 | 13:00 WIB

200206112723-masha.jpg

dailymail

Sebuah postingan dokumentasi hasil tangkapan Teleskop Surya Daniel K. Inouye di Hawaii, belum lama ini membuat para pencinta astronomi takjub. Postingan memperlihatkan gambaran paling detail dari matahari yang pernah ada. Tepatnya pla plasma turbulen dengan sel seukuran Texas. Fenomena yang terbentuk saat panas bertransportasi ke permukaan bintang.

Dikutip dari DailyMail, gambar-gambar yang pertama kali diabadikan  Teleskop Surya Daniel K. Inouye ini diharapkan akan membawa para ilmuwan pada era baru ilmu surya. Instrumen canggih akan memungkinkan astronom  mengungkap lebih rinci permukaan Matahari dan mempelajari bagaimana cuaca ruang angkasa terbentuk.

Zoom out.

Zoom in: gambar ini meng-cover area seluas 36.500 km2.

Aktivitas matahari memiliki dampak signifikan pada teknologi Bumi, khususnya berkenaan dengan jaringan listrik, faktor pemicu gangguan  komunikasi satelit, dan perjalanan udara. Instrumen seperti teleskop Inouye dan satelit yang mengamati matahari, bagaimanapun dapat membantu  memberikan peringatan lebih lanjut dalam melindungi sistem tata surya.

Dari gambar pertama yang menakjubkan dari Inouye Solar Telescope terlihat bagaimana pola plasma bergolak dan membentuk permukaan Matahari. Bintang terdekat dari pusat tata surya tercakup dalam banyak struktur yang mirip sel dan masing-masing seukuran negara bagian Texas di AS atau 695.662 km².

Closer: gambar ini meng-cover area seluas 8.200 km2.

Amazing!

Gambaran tadi merupakan produk dari gerakan konveksi yang mengangkut panas dari dalam bagian interior Matahari. Panas plasma kemudian  naik ke pusat terang sel sebelum mendingin dan tenggelam kembali di dalam bintang untuk membentuk jalur gelap yang dapat dilihat Inouye.

“Sejak National Science Foundation mulai bekerja dengan teleskop berbasis darat ini, kami telah menunggu gambar pertama," ujar direktur yayasan France Córdova. Inouye Solar Telescope dapat memetakan medan magnet di dalam korona matahari, tempat letusan yang berdampak pada kehidupan di Bumi.

Teleskop Surya Daniel K. Inouye di Hawaii.

C a n g g i h.

“Teleskop akan meningkatkan pemahaman kita tentang apa yang mendorong cuaca luar angkasa dan pada akhirnya membantu para peramal memprediksi badai matahari dengan lebih baik. Sejauh ini perkiraan hujan sudah sangat akurat, tetapi cuaca ruang angkasa belum seakurat itu," tambah  Matt Mountain, presiden Asosiasi Universitas untuk Penelitian Astronomi.

Matt menambahkan, apa yang dibutuhkan untuk memahami fisika yang mendasari  cuaca luar angkasa dimulai dari matahari yang kini dipelajari oleh Teleskop Surya Inouye. Kemampuan teleskop untuk memecah fitur-fitur matahari dengan detail belum pernah terjadi sebelumnya.

As it happens..

Pengetahuan mengenai asal-usul aktivitas matahari yang berbahaya akan membantu mengembangkan perlindungan yang lebih baik terhadap badai matahari. Diharapkan para astronom  dapat menggunakan informasi dalam meningkatkan waktu siaga untuk peristiwa cuaca luar angkasa dari sekitar 48 menit menjadi 48 jam.

“Ini memungkinkan ada lebih banyak waktu bagi kita untuk mengamankan jaringan listrik, infrastruktur penting dan satelit,” pungkasnya.

Noted.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR