Tawarkan Tikus Hingga Kelelawar, Viral di Tengah Corona Pasar Tanah Air Jadi Perhatian Media Luar

Ragam

Rabu, 5 Februari 2020 | 10:52 WIB

200205105216-tawar.jpg

dailymail

Sebuah klip yang menunjukkan aktivitas di pasar tradisional Langowan, Sulawesi menjadi perhatian media luar. Ini karena di pasar ini warga memperjualbelikan hewan-hewan termasuk kelelawar, posum, ular, anjing hingga kucing. Menjadi perhatian karena video viral di tengah ramai berita cirus corona yang disebut berasal dari kelelawar di pasar hewan Wuhan, Hubei, Cina.

Dikutip dari DailyMail kemarin, video memperlihatkan aktivitas Pasar Langowan  di provinsi Sulawesi Utara yang menjual hewan liar untuk dimakan.
Sepanjang rekaman, sejumlah penjual terlihat memukul-mukul ular yang biasa ditawarkan. Ada pula yang menarik kucing keluar dari kandang.

Dari tikus..

..kelelawar..

..hingga ular.

Selain itu hewan yang paling banyak mendapat perhatian kelelawar juga dapat dilihat dalam video. Peneliti Akademi Ilmu Pengetahuan Cina  dalam sebuah pernyataan baru-baru ini mengatakan, “Inang alami virus corona Wuhan bisa jadi kelelawar.. tetapi dalam sebaran antara kelelawar dan manusia ini mungkin ada perantara yang belum diketahui.”

Sejumlah anjing hidup dalam kandang kecil pun ikut ditawarkan. Video dimaksud menjadi perhatian karena membuat sebagian viewers takut akan penyebaran virus corona. Di Pasar Langowan warga pun bisa menemui penjual  makanan laut, salamander, ular, burung merak, landak, dan daging unta.

Ada juga kucing..

Anjing bakar ikut ditawarkan.

Invoking concern.

Namun tak semua bisa ditemui menyusul investigasi yang kabarnya dilakukan. Sementara itu  jurnal ilmiah Universitas Peking menyatakan  ular yang  terinfeksi virus dapat menularkannya pada orang-orang di pasar Wuhan.

Peneliti Universitas Peking yang menganalisis gen virus corona mengatakan virus yang mereka teliti memiliki kecocokan dengan virus yang diketahui menginfeksi ular.

Dari hewan laut sampai hewan liar lainnya.

Picu kekhawatiran.

“Hasil analisis evolusi kami menunjukkan untuk pertama kalinya  ular menjadi  reservoir hewan satwa liar yang paling memungkinkan untuk 2019-nCoV.” Demikian kutipan dari Journal of Medical Virology.

Saat ini total korban meninggal akibat infeksi virus corona di Cina sudah melebihi 400 dengan 17.205 kasus yang dikonfirmasi. Terakhir di Australia  ada 12 kasus yang dikonfirmasi, empat di NSW, empat di Victoria, dua di Australia Selatan dan dua di Queensland.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR