RSUD Dr. Moewardi Solo Simulasikan Penanganan Pasien Suspect Corona

Nasional

Sabtu, 1 Februari 2020 | 20:46 WIB

200201204735-rsud-.jpg

Tok Suwarto

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Solo, melakukan antisipasi kemungkinan adanya pasien suspect virus Corona yang dirujuk ke rumah sakit tipe A tersebut. Tim Severe Acute Respiration Infection (SARI) di rumah sakit terbesar di Kota Solo dan merupakan rumah sakit rujukan lintas provinsi di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu, menggelar simulasi penanganan pasien suspect virus Corona. 

Dalam simulasi tersebut, diperagakan kedatangan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), kemudian dilakukan prosedur penanganan hingga masuk ke ruang isolasi. Pelaksanaan simulasi secara teknis dilakukan persis seperti saat menangani pasien sungguhan, termasuk untuk mengetahui kendala yang mungkin timbul saat penanganan. 

Ketua Tim SARI RSUD Dr. Moewardi Solo, Dr. dr. Harsini Sp.P (K),  menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (1/2/2020), secara teknis rangkaian simulasi tersebut seperti dalam menangani pasien sungguhan. Melalui simulasi, tim SARI yang berpengalaman menangani pasien suspect flu burung dan MERS akan dapat mengetahui kendala yang muncul, termasuk teknis penanganan orang yang mengantar pasien suspect tersebut.  

"Secara teknis penanganan pasien suspect virus Corona sama dengan pasien flu burung dan MERS," katanya.

Seluruh tim medis yang terlibat dalam peragaan simulasi, dilengkapi alat pelindung diri sesuai standar untuk menangani pasien yang terjangkit virus Corona, seperti masker, N95, jas kerja disposible, sarung tangan, kacamata pelindung, dan sepatu pelindung. Dalam melakukan tindakan medis, tim SARI bertugas menangani pasien rawat jalan atau rawat inap, termasuk pasien rujukan dari unit pelayanan kesehatan di luar RSUD Dr. Moewardi. 

Tim medis yang tergabung dalam SARI, terdiri dari dokter spesialis paru-paru, spesialis penyakit dalam, spesialis anak, patologi klinik, radiologi. dan THT. Selain itu, semua tenaga medis di RSUD Dr. Moewardi bisa dilibatkan jika dibutuhkan. 

Saat ini, sambung Dr. Harsini, RSUD Dr Moewardi memiliki dua ruang isolasi dengan enam ruang cadangan untuk antisipasi jika pasien yang diduga terkena virus corona berjumlah banyak. Ruang isolasi yang disiapkan untuk pasien suspect virus corona, merupakan ruangan yang bertekanan negatif, yaitu udara dari luar ruangan ditarik ke dalam. Ruangan tersebut pernah digunakan untuk merawat pasien suspect flu burung dan MERS. 

Dalam prosedur penangan pasien suspect virus corona, sambungnya, dalam simulasi disyaratkan seluruh peralatan dan petugas harua disterilkan. Bahkan mobil ambulan yang digunakan untuk mengangkut pasien harus dicuci dan orang yang mengantar ke ruang isolasi maupun pengemudi ambulan juga harus mandi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR