Sunda Empire Muncul karena Pemkot Bandung Kurang Tanggap

Bandung Raya

Minggu, 26 Januari 2020 | 16:21 WIB

200126154729-sunda.jpg

dok

KEMUNCULAN Sunda Empire mendapat respon dari berbagai pihak, terlebih dengan sejumlah klaimnya. Hingga kini, masih banyak pro dan kontra yang mengiringi kemunculan kelompok tersebut.

Ketua DPD Sundawani Kota Bandung ,Achmad Nugraha mengatakan, kemunculan kelompok tersebut dinilai karena kurang tanggapnya Pemerintah Kota Bandung. Mengingat munculnya kelompok kerajaan fiktif tersebut sudah cukup lama.

"Pemkot Bandung harus jemput bola, jangan sampai ini jadi tidak jelas dan sangat membingungkan. Kalau tidak tercatat berarti liar," ungkapnya di Kawasan Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Minggu (26/1/2020).

Menurutnya, Pemkot Bandung harus pro aktif mendatangi dan mempertanyakan pihak Sunda Empire, jika tidak terdaftar di Kesbangpol maka bisa dibubarkan. Terlebih jika bertentangan dengan nilai-nilai konstitusional.

Diakuinya, fenomena kemunculan kerajaan-kerajaan fiktif tak lepas dari urusan motif ekonomi, serta kondisi lingkungan masyarakat yang tak stabil.

"Sudah lama sebetulnya kemunculan organisasi masyarakat ilegal hadir di Indonesia. Dan itu dianggap semacam solusi ketika dalam kondisi tidak stabil. Seharusnya pemerintah proaktif jemput bola, kalau merongrong NKRI bubarkan saja," tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, kemunculan kelompok tersebut karena dengan mudahnya masyarakat terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang makin marak di Tanah Air. Kondisi itu membuat masyarakat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tak masuk akal.

"Fenomena ini sepertinya masih akan terjadi, mengingat belakangan orang mudah sekali dipengaruhi berita bohong. Apalagi dibumbui dengan cerita-cerita menarik," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya meminta Sunda Empire untuk segera menghentikan seluruh aktivitas mereka. Terlebih jika kehadiran kelompok tersebut, bertentangan dengan konstitusi.

"Saya minta kepada Sunda Empire untuk menghentikan ini semua, apalagi jika ada keinginan yang bertentangan dengan konstitusi. Saya sebagai warga Indonesia akan menentang segala yang mengganggu kedaulatan NKRI," jelasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR