SKD CPNS Kota Cimahi Digelar 13-14 Februari di Tel-U

Bandung Raya

Minggu, 26 Januari 2020 | 15:46 WIB

200126153257-skd-c.jpg

dok

ilustrasi

PELAKSANAAN Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mendaftar di Kota Cimahi akan dimulai pada 13 dan 14 Februari 2020. Tercatat ada 3.116 pelamar yang akan mengikuti SKD yang rencananya berlangsung di Telkom University, Kabupaten Bandung.

Mereka akan dibagi 4 sesi dalam seleksi. Pada 13 Februari, para calon abdi negara akan memulai tes pada sesi 3 yang dimulai pukul 12.30-14.00 WIB, kemudian dilanjutkan pada sesi 4 yang dimulai pukul 14.30-16.00 WIB.

Untuk pelaksanaan hari kedua, akan dimulai pukul 08.00-09.30 WIB, dan dilanjutkan sesi berikutnya pukul 10.00-11.30 WIB.

"Kami sudah terima surat dari BKN (Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Kanreg III bahwa pelaksanaan SKD di Cimahi tanggal 13 dan 14 Februari," ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelola Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, Minggu (26/1/2020).

Sama seperti CPNS tahun lalu, sistem Computer Assisted Test (CAT) masih akan digunakan dalam pelaksanaan tahapan SKD tahun ini.

"Kalau fasilitas itu kita kerja sama dengan daerah lain untuk pembiayaannya. Kalau server itu dari BKN," jelas Ahmad.

Dalam tahapan SKD, pelamar harus bersiap untuk mengerjakan tiga jenis soal, yakni Tes Kompetensi Pribadi (TKP) sebanyak 35 soal, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebanyak 30 soal, dan Tes Intelegensia Umum (TIU) sebanyak 35 soal.

Untuk bisa lolos, CPNS harus memenuhi ambang batas minimal atau passing grade. Untuk TKP, peserta minimal harus mengumpulkan minimal 126 poin, TIU 80 dan TWK 65.

Perihal pembuatan soal SKD, Ahmad mengatakan, berdasarkan hasil rekonsiliasi dengan BKN, semua soal itu dibuat oleh belasan konsorsium perguruan tinggi se-Indonesia.

"Saya ikut rekonsiliasi CPNS, ada penjelasan dari BKN bahwa soal itu dikerjakan oleh 17 konsorsium perguruan tinggi se-Indoensia," jelas Ahmad.

Artinya, sambung Ahmad, Pemerintah Daerah (Pemda) bahkan BKN hingga Kemenpan RB pun tidak terlibat dalam proses pembuatan soal SKD.

"Pemda tidak tahu. BKN yang punya CAT enggak tau. Tahu-tahu nanti pas pelaksanaan soal masuk lewat CAT," katanya.

Dengan sistem seperti itu, tegas Ahmad, proses seleksi CPNS di Indonesia akan terhindar dari kecurangan dan sebagainya.
"Ya, pasti (tidak akan ada kecurangan). Itu sudah teruji 2018 kan kita seleksi CPNS terbaik di dunia dengan model CAT," terangnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR