Mensos Tersentuh BBRSPD Prof. Dr. Soeharso yang Bertaraf Dunia

Nasional

Kamis, 23 Januari 2020 | 21:21 WIB

200123211252-menso.jpg

Tok Suwarto

MENTERI Sosial (Mensos), Juliari P Batubara dalam kunjungan kerjanya ke Kota Solo, Kamis (23/1/2020), menghadiri silaturahmi khusus dengan keluarga besar Balai besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BBRSPD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta, di kawasan Jebres. Mensos yang didampingi Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, menyatakan sangat tersentuh dengan BBRSPD yang dirintis dokter berjiwa sosial, almarhum Prof. Dr. Soeharso.

Mensos menyebut BBRSPD Prof. Dr. Soeharso merupakan bukti sejarah kepedulian terhadap penyandang disabilitas bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga Asia bahkan dunia.

"Balai Besar Prof. Dr. Soeharso harus tetap menjadi yang terdepan di banding balai besar lainnya. Karena sangat bersejarah bukan hanya bagi Indonesia, tapi Asia dan bahkan dunia," katanya.

Di BBRSPD itu, Mensos juga menunjukkan kekagumannya ketika meninjau berbagai sarana prasarana, baik produksi maupun pelatihan bagi penyandang disabilitas di bangsal-bangsal. Mensos menjanjikan, BBRSPD Prof. Dr. Soeharso akan direnovasi pada tahun 2020 ini agar bisa mewariskan sejarah besar kepada Kota Solo, Indonesia bahkan dunia.

"Harapan besar kita adalah agar para penyandang disabilitas fisik dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul dan terampil di berbagai bidang. Sehingga kita dapat mewujudkan cita-cita menuju Indonesia maju seperti visi Presiden RI," tandasnya, sambil berpesan kepada para penyandang disabilitas agar tetap semangat dan punya kebanggaan khususnya bagi kedua orang tua.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, berharap Kota Solo dengan BBRSPD Prof. Dr. Soeharso akan menjadi tujuan pertama bagi penyandang disabilitas. Hal itu karena balai besar Prof. Dr. Soeharso memiliki sarana prasarana bertaraf internasional.

"Di balai besar ini para penyandang disabilitas dapat mengembangkan berbagai keterampilan dan mampu bersaing di dunia kerja dengan ketrampilan yang dimiliki," tuturnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR