Tak Ada yang Bisa Keluar ataupun Berkunjung, Bermutasi Cina Karantina Wuhan Kota Asal Virus Korona

Dunia

Kamis, 23 Januari 2020 | 10:09 WIB

200123100315-tak-a.jpg

dailymail

Kota Wuhan di Cina resmi dikarantina mulai pukul 10.00, Kamis (23/1/2020) hari ini. Karantina dilakukan sebagai upaya menghentikan penyebaran virus korona yang diyakini berasal dari kota ini.

Dikutip dari DailyMail, karantina berarti tidak seorang pun  diizinkan memasuki ataupun meninggalkan kota berpenduduk 11 juta di provinsi Hubei ini. Karantina berlangsung sebelum Tahun Baru Imlek, Sabtu mendatang yang juga salah satu hari tersibuk di Negeri Tirai Bambu.

Kepastian karantina dan larangan keluar masuk yang berlaku untuk berbagai moda transportasi ini diumumkan melalui media pemerintah, Rabu kemarin. Pejabat Cina memperingatkan  virus baru yang mematikan tersebut kini  bermutasi dan menjadi semakin sulit dikendalikan.

Sebaran virus.

Sementara itu menyusul konfirmasi kasus virus korona pertama di Amerika Serikat yang menimpa warga berusia 30-an dari Washington  pada hari Selasa, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention) mulai “mengisolasi” dengan menyalurkan semua penumpang pesawat dari  Wuhan ke lima bandara utama yang dilengkapi pemindai  virus.

Virus korona  yang disebut  mirip SARS sejauh ini telah menewaskan 17 penderita dan sedikitnya 532 orang di seluruh dunia turut terinfeksi. Termasuk di Thailand, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan AS  sejak kasus pertama dilaporkan di Wuhan pada akhir Desember lalu.

Ribuan tim media yang terlibat kini diobservasi.

Kekhawatiran muncul setelah diketahui virus menyebar tidak hanya dari hewan pada manusia, tetapi juga di antara manusia. Penyebarannya pun menunjukkan peningkatan dengan perkiraan mencapai 10.000 orang di Cina.

Namun meskipun tindakan pencegahan sebaran virus di Wuhan terbilang serius, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu kemarin menolak  menyatakan wabah  virus korona dengan status darurat internasional. Mereka  menunda “rekomendasi global” sampai pertemuan kembali dilakukan Kamis ini.

Pasien ditempatkan dalam tube plastik khusus.

Virus yang dikenal dengan 2019-nCoV ini awalnya diperkirakan menyebar ke manusia dari pasar seafood Wuhan yang secara ilegal juga memperdagangkan hewan liar. Hewan tadi kemudian dibawa pulang para pelancong ke setidaknya lima negara lain, termasuk AS.

Para ahli mengatakan kemungkinan 10.000 orang di Cina telah terpapar virus yang berasal dari jenis virus yang sebelumnya memicu wabah SARS dan MERS hingga  menewaskan ratusan orang di puluhan negara.

Sementara itu pejabat Cina meminta pelancong untuk tidak mengunjungi Wuhan  yang saat ini dinyatakan berada dalam tahap paling kritis. Larangngan diberlakukan saat warga yang akan merayakan Imlek dipastikan melakukan perjalanan ke berbagai kota termasuk Wuhan.

Pencegahan dilakukan di berbagai bandara berpemindai virus di Amerika.

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Cina Li Bin mengatakan, “Pada dasarnya, kami minta jangan pergi ke Wuhan. Dan warga Wuhan pun diminta untuk tidak meninggalkan kota.”  Dalam pengarahan yang sama ia  memperingatkan ada kemungkinan virus bermutasi.

Li menambahkan, “Sudah ada penularan dari manusia ke manusia dan infeksi pada tim  medis. Bukti menunjukkan a penyakit ini  ditularkan melalui saluran pernapasan dan ada kemungkinan terjadi mutasi virus.”

Virus biasa  mengalami mutasi yang merupakan proses  berbahaya kerena bisa membuat  mereka kebal terhadap penanganan yang dirancang untuk melawannya. Flu, misalnya yang kerap mengalami mutasi sehingga para ilmuwan membuat vaksin berbeda untuk memerangi berbagai jenis virus setiap tahun.

Diperkirakan berawal dari pasar seafood Wuhan.

Berbicara kepada wartawan Li mengatakan semakin banyaknya kasus membuat   upaya pemantauan  virus semakin masif. Dia mengatakan 2.197 orang yang terlibat dalam penanganan  pasien virus korona pun ikut  diobservasi dan 765 dinyatakan bebas infeksi sementara 1.394 lainnya masih diamati.

Seperti Li, direktur jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina, Gao Fu juga mengonfirmasi  virus korona bermutasi dan beradaptasi. Di luar itu observasi serta pemindaian virus juga dilakukan di berbagai bandara kedatangan Amerika.

 

 

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR