Pentingnya Lima Tahapan Pendidikan Akhlak Pada Anak

Citizen Journalism

Kamis, 23 Januari 2020 | 05:56 WIB

200123055723-penti.jpg

SEORANG  anak membutuhkan pembentukan akhlak. Akhlak sangat berkaitan sikap seseorang. Kata akhlak berasal dari kata khuluk yang dalam bahasa Arab artinya watak, kelakuan, tabiat, perangai, budi pekerti, tingkah laku dan kebiasaan.

Pengertian akhlak dalam islam adalah perangai serta tingkah laku yang terdapat pada diri seseorang yang telah melekat, dilakukan dan dipertahankan secara terus menerus.

Pada dasarnya seorang anak membutuhkan perhatian terhadap perilakunya. Sebagai orang tua dan pendidik harus memiliki rasa yang tinggi terhadap pembentukan satu akhlak yang diharapkan.

Seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah bersih dan tabiat yang lurus. Maka ketika jiwa yang masih suci ini menerima aatu perilaku yang akan terukir dalam jiwanya. Kemudian sedikit demi sedikit senua perilaku tersebut akan memenuhi semua sisi dirinya, dan menjadi perilaku yang Kokoh, sangat peka dengan hal yang kontradiktif pada dirinya.

Saat melihat dirinya di tempat asing, maka seorang anak akan menunjukkan turur kata yang lembut, ramah, maka tidak disangsikan bahwa dia termasuk orang-orang yang Allah lahirkan dan besarkan dalam keluarga dan lingkungan yang baik serta mulia.

Maka perlunya membentuk sebuah karakter berakhlak mulia dalan diri seorang anak telah disampaikan Rasulullah saw dalam sabdanya: "kenalilah! inilah lima prinsip yang harus di perhatikan dalam membentuk akhlak seorang anak."
Lima prinsip pembentukan karakter akhkak anak adalah sebagai berikut:
1. Nilai-nilai Adab (adab terhadap orangtua, adab terhadap ulama, adab menghormati dan memuliakan, adab berukuwah, adab dengan tetangga, adab meminta ijjn, adab makan dan minum, adab dalam penampilan anak.
2. Perlikau jujur.
3. Perilaku Menjaga rahasia.
4. Perilaku amanah.
5. Perilaku kebersihan hati dari iri dan dengki.

Dalam Riwayat Ahnad, Anas r.a berkata "Saya melayani Nabi saw sepuluh Tahun, tidak sekali-kali beliau menyuruhku kepada sesuatu, kemudian aku tidak memperdulikannya atau merepotkannya, lalu ia menaiki atau mencelaku. Dan jika salah seorang anggota keluarganya mencelaku, beliau berkata, "Biarkanlah."

Hal tersebut menandakan begitu besarnya perhatian Rasulullah saw dalam pembentukan nilai-nilai akhlak pada diri seorang anak secara aplikatif. Dengan keteladan yang baik diharapkan akan menumbuhkan perilaku yang kuat dan kokoh dalam menghadapi masa depan ditengah-tengah  tantangan kapitalisme yang begitu kuatnya membelenggu kehidupan manusia.Wallahu a'lam bishawab.[]


Pengirim:
Desi Wulan Sari
Revowriter Bogor
[email protected]

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim




Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR