Dusun Bambu dan Kampung Naga Raih ASTA Diajang ATF 2020 di Brunei Darussalam

Pariwisata

Rabu, 22 Januari 2020 | 21:05 WIB

200122205906-dusun.JPG

Dicky Mawardi

SALAH satu objek wisata di Kabupaten Bandung Barat, Dusun Bambu berhasil meraih penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA) pada ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020 di The Empire Hotel and Resort, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Pada kategori tersebut, selain Dusun Bambu objek wisata Kampung Naga juga meraih penghargaan sama. Jika Dusun Bambu mendapat penghargaan untuk sub kategori Urban Sustainable Product, sedangkan Kampung Naga menerima anugerah untuk sub kategori Rural Sustainable Product.

"Penghargaan yang diraih pada ajang bergensi tingkat ASEAN ini, sungguh diluar dugaan. Karena Dusun Bambu harus bersaing dengan objek-objek wisata dari 10 negara Asia Tenggara yang tentunya sangat luar biasa," kata Sales Manager Dusun Bambu Patar Aruan di Cisarua, Rabu (22/1/2020).

ASTA merupakan event dua tahunan yang sudah dimulai sejak 2016 dan berakhir 2025. Memiliki tujuan untuk menetapkan standarisasi dalam bidang kepariwisataan, baik dari segi kegiatan (aktivitas wisata) serta fasilitas pelayanan penginapan.

Dikatakannya, Dusun Bambu dipandang concern dalam pelestarian budaya Sunda. Hal ini sesuai dengan konsep yang diusung objek wisata yang berada di Kecamatan Cisarua ini, yaitu berhubungan dengan kebudayaan Sunda.

"Semua yang ada di Dusun Bambu, semuanya berkaitan erat dengan budaya Sunda mulai dari arsitektur bangunannya, kuliner yang disajikan sampai menampilkan kesenian yang menggunakan alat musik bambu yang dibuat sendiri," tuturnya.

Ia mengungkapkan, saat ini di areal wisata Dusun Bambu sedang dibangun "Lembur Urang" masih dengan konsep kampung Sunda. Di dalamnya akan dibangun leuit dan hamparan sawah.

"Lembur Urang akan dibangun pada lahan seluas 5 hektare. Bukan hanya fisik bangunannya yang masih bercirikan Sunda, tapi juga akan ditampilkan aktivitas masyarakat Sunda zaman dulu. Dengan terus mengangkat budaya leluhur, bukan berarti kami menutup segala sesuatu yang mainstream," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR