TPT Sungai Ciraab Gandok Aalami Penurunan, Tiga Rumah Warga Terancam Ambruk

Bandung Raya

Rabu, 22 Januari 2020 | 15:14 WIB

200122151445-tpt-s.jpg

TEMBOK penahan tebing (TPT) sepanjang 20 meter dan lebar 2 meter mengalami penurunan atau pergerakan tanah di bantaran Sungai Gandok Ciraab, anak Sungai Citarum di Desa Tanggulun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Rabu (22/1/2020).

Penurunan TPT itu mengancam tiga rumah warga dan  terancam ambruk, yakni milik Wawat, Ahmad Jaelani dan Dikdik Sodikin.

Pemilik ketiga rumah tersebut sudah waswas karena TPT yang mengalami penurunan berbatasan dengan pondasi ketiga rumah tersebut. Bahkan bagian pondasi rumah itu sudah mengalami pengosongan tanah akibat pergerakan TPT tersebut.

Para pemilik rumah pun mengkhawatirkan TPT yang mengalami penurunan antara 50-100 centimeter itu, terus mengalami penurunan. Bahkan di bagian ujung tembok TPT itu sudah mengalami retak-retak. Bahkan di bagian TPT lainnya di seberang bantaran aliran sungai tersebut sudah mengalami retak-retak. Sebab itu, harus segera mendapatkan penanganan atau penanggulangan dari petugas berwenang yang berkaitan dengan pemeliharaan TPT tersebut.

Kepala Desa Tanggulun, Jajang melalui Sekretaris Desa Tanggulun, Budi Kolbiana Anshori mengatakan, penurunan TPT di bantaran Sungai Gandok Ciraab itu setelah turun hujan deras pada Selasa (21/1/2020) malam.

"Warga mengetahui TPT itu mengalami penurunan antara 50-100 centimeter itu pada Selasa pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Soalnya, pada Selasa dini hari pukul 01.00 WIB masih utuh belum ada perubahan struktur tanah," kata Budi kepada galamedianews.com di Desa Tanggulun.

Menurutnya, penurunan TPT sampai terjadi retak-retak di bagian ujung TPT yang mengalami penurunan itu, dipicu oleh pengosongan bagian tanah di bagian bawahnya akibat tergerus aliran air.

"Untuk mengantisipasi kejadian yang tak diharapkan, aparatur Desa Tanggulun dengan inisiatif kepala desa berusaha untuk melakukan kerja bakti. Minimal bisa mengurangi risiko yang tak diharapkan dari penurunan TPT tersebut," katanya.

Budi mengatakan, TPT itu menjadi jalan infeksi lalulintas warga di permukiman padat penduduk tersebut. Bahkan warga sempat tak bisa menggunakan kendaraan roda dua saat TPT tersebut amblas.

"Terkait penurunan TPT itu, kami sudah koordinasi dengan pihak kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung. Termasuk dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bandung," katanya.

Ia pun mengkhawatirkan TPT itu terus mengalami pergerakan hingga menyebabkan jalan infeksi terputus. Mengingat curah hujan masih tinggi dan belum ada penanggulangan yang signifikan.

"Kami berharap ada penanggulangan segera dari pihak berwenang. Mengingat ada tiga rumah yang terancam ambruk dampak pergeseran TPT Sungai Ciraab Gandok tersebut," harapnya.

Melihat adanya potensi bencana di Desa Tanggulun, ia pun berharap, ke depannya ada anggaran bencana atau anggaran tidak terduga untuk kebutuhan tersebut. Minimal anggaran bencana itu dari dana desa dan wajib untuk dianggarkan.

"Mengingat Desa Tanggulun rawan bencana, di antaranya bencana banjir. Apalagi sudah ada informasi dalam beberapa bulan ke depan menghadapi musim hujan dan cuaca ekstrem," katanya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR