Setelah Terowongan Nanjung, Warga Berharap Ada Penataan Saluran Air di Andir

Bandung Raya

Rabu, 22 Januari 2020 | 09:54 WIB

200122095641-setel.jpg

SETELAH pembangunan Terowongan Nanjung di Curug Jompong Sungai Citarum Kecamatan Margaasih difungsikan, sejumlah warga korban banjir di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung berharap kepada pemerintah melakukan penataan lanjutan pengendalian dan pencegahan banjir. Di antaranya penataan saluran air di permukiman penduduk yang berdekatan dengan aliran Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy.

"Yang lebih penting bagi kami adalah mengubah perilaku manusia. Tidak buang sampah sembarangan ke sungai. Harapan lainnya adalah menata saluran pembuangan limbah domestik dari rumah tangga masing-masing ke sungai. Supaya disaat aliran air di sungai cukup besar pascaturun hujan aliran air tidak berbalik arah ke permukiman warga melalui saluran tersebut. Termasuk penataan saluran drainase atau pembuangan air dari pemukiman ke sungai," kata Abah Edi Yusuf, warga korban banjir di Kampung Cigosol Kelurahan Andir kepada galamedianews.com di Andir Baleendah, Rabu (22/1/2020) pagi.

Dengan adanya penataan lanjutan itu, Abah Edi berharap masyarakat di Kelurahan Andir yang selama ini menjadi langganan banjir mendambakan hidup tenang dan nyaman dari ancaman banjir rutin. Dampak banjir itu benar-benar sangat merugikan ratusan sampai ribuan warga di Kelurahan Andir, karena secara geografis berada di antara aliran Sungai Cisangkuy dan Sungai Citarum.

"Soalnya, sudah bertahun-tahun kami menjadi korban langganan banjir luapan Sungai Cisangkuy dan Sungai Citarum manakala memasuki musim hujan setiap tahunnya," ungkapnya.

Abah Edi bersama warga lainnya pun sudah bisa merasakan manfaat dari adanya pembangunan Terowongan Nanjung tersebut.

"Sebelum ada pembangunan Terowongan Nanjung, banjir mencapai ketinggian 180-200 200  cm di kawasan Kelurahan Andir. Permukiman penduduk bisa terendam selama tiga hari tiga malam. Bahkan sampai seminggu, permukiman warga terendam banjir. Itu pengalaman yang sudah kita alami hingga menganggu aktivitas sehari-hari masyarakat umum. Jalan raya pun sampai terputus," ungkapnya.

Namun saat menengok bencana banjir pada 17 Desember 2019 lalu, lanjut Abah Edi, genangan air cepat surut menyusul turun hujan deras di daerah aliran Sungai Citarum, khususnya di hulu Sungai Citarum. Meski saat ini belum memasuki puncak musim hujan.

"Kami berharap dengan adanya pembangunan Terowongan Nanjung itu benar-benar efektif untuk menanggulangi ancaman banjir selamanya di Kabupaten Bandung. Kami juga berharap ada tambahan penyodetan atau pengerukan Sungai Cisangkuy untuk lebih meminimalisir ancaman banjir," ungkapnya.


Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR