Bandung Techno Park jadi Pusat Inovasi di Indonesia

Bandung Raya

Selasa, 21 Januari 2020 | 17:58 WIB

200121175404-bandu.jpg

Rektor Telkom University, Prof. Adiwijaya (kiri) mendampingi perwakilan dari Kemenperin saat melihat produk pada acara seminar dan expo serta industrial gathering Di Gedung C Bandung Techno Park Kampus Tel-U, Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Senin (20/1/2020).

BANDUNG Techno Park menjadi salah satu wujud keseriusan Telkom University (Tel-U) menuju Entrepreneurial University. Didalamnya akan dimaksimalkan peran pentahelix (lima elemen pembangunan) dalam menghilirisasikan hasil riset dan inovasi agar dapat dimanfaatkan pada industri sebagai fungsi technology transfer office.

Sebagai bagian dari kampus Tel-U, Bandung Techno Park merupakan Sains Techno Park Indonesia yang memiliki visi untuk menjadi pusat inovasi dan kewirausahaan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, engineering dan energi, untuk menumbuhkan ekonomi lokal.

"Bandung Techno Part memiliki tiga peran utama yakni, melakukan penelitian dan pengembangan, menumbuhkan dan mengembangkan startup berbasis teknologi (spin-off), dan menumbuhkan klaster industri atau menarik industri ke wilayah tersebut, sehingga ekosistem inovasi dapat benar-benar diwujudkan," ungkap Direktur Bandung Techno Park, Dr. Maman Abduroman saat ditemui di Kampus Tel-U, Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Selasa (21/1/2020).

Menurut Maman, Bandung Techno Park hadir bukan saja untuk memenuhi kebutuhan Tel-U, tetapi selama 10 tahun ini telah menjadi motor penggerak inovasi hingga level nasional. Hal ini mengokohkan Bandung Techno Park sebagai pemeran kunci dalam membentuk model ekosistem entrepreneursial bagi sivitas akademika Tel-U.

Bertepatan dengan puncak hari jadi yang ke-10, Bandung Techno Park menggelar acara Seminar dan Expo serta industrial gathering dengan tema "Towards Sustainable Science Techno Park" yang berlangsung di Gedung C Bandung Techno Park, Senin (20/1/2020) lalu.

Beberapa kegiatan yang diselenggarakan pada acara tersebut meliputi expo, seminar dan industrial gathering. Pada acara expo, para peserta bisa melihat produk dan layanan dari Bandung Techno Park dan tenant dalam sebuah pameran.

Untuk seminar terfokus pada kerja sama pentahelix menuju sains techno park yang berkelanjutan. Sedangkan industrial gathering, Bandung Tekno Park sebagai one stop solution center for industries memfasilitasi industri, pemerintah dan media untuk berbagi masalah mereka dan kebutuhan industri untuk menghadapi industri 4.0 serta tantangan global.

Dalam acara tersebut, juga berlangsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Telkom University dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yang mencakup Tridharma Perguruan tinggi, yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Sesuai dengan tema yang diangkat, peran Bandung Techno Park secara garis besar ingin terus mengembangkan perekonomian kawasan, dan lebih luas lagi dengan mengembangkan perekonomian Indonesia," katanya.

Direktur IET Kemenperin RI, R. Janu Suryanto mengatakan, bahwa Bandung Techno Park merupakan salah satu sains techno park yang dikelola langsung oleh Kemenperin. Dan melalui Bandung Techno Park diharapkan banyak inovasi-inovasi muncul guna memajukan sektor perindustrian di Indonesia.

"Kami berharap Telkom University melalui Bandung Techno Park bisa terus menciptakan inovasi-inovasi dan solusi untuk bangsa ini, sehingga apa yang dihasilkan dari Telkom University dan Bandung Techno Park bisa turut memajukan sektor perindustrian Indonesia," harap Janu.

Sementara itu Rektor Telkom University, Prof. Adiwijaya menjelaskan, bahwa hadirnya Bandung Techno Park tidak lain sebagai jembatan dari akademisi dengan industri, karena tujuan penelitian yang dikerjakan oleh sivitas akademika untuk menjadi sebuah inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami berharap di sini bisa terus berinovasi dan menghasilkan produk-produk yang dapat diunggulkan oleh bangsa dan memiliki manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat," kata Adiwijaya.

Adiwijaya menambahkan, bahwa kerja sama yang terjalin antara Telkom University dengan Kemenperin bisa menciptakan atmosfir baru untuk sivitas akademika, sehingga bisa terus berinovasi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR