Kenyamanan AS Terusik di Timur Tengah, Israel Disebut Terperangkap dalam Tembok Beton

Dunia

Selasa, 21 Januari 2020 | 02:20 WIB

200121001727-kenya.jpg

The Straits Times

Pasukan AS terusik setelah serangan rudal Iran.

PEJABAT Dewan Syuro Iran, Husein Amir Abdilllahian memperingatkan Amerika Serikat (AS) tidak pernah nyaman di Timur Tengah setelah melakukan pembunuhan terhadap Mayjen Qaseem Soleimani.

Hasil gambar untuk Hossein Amir Abdollahian"

Pernyataan itu disampaikan Abdillahian pada simposium politik membahas pembunuhan Soleimani di Fakultas Hubungan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran, Senin (20/1/2020).

Peringatan itu dipublikasikan Fars News Agency, dan dikutip situs berita Al Masdar News Network yang berbasis di Beirut, Lebanon.

“Hari ini (Senin, red), dari Nil (Sungai Nil) hingga (sungai) Eufrat, Zionis terperangkap dalam tembok beton setinggi antara 5-12 meter, di wilayah kecil yang disebut Israel,” kata Abdillahian.

“Komandan Soleimani tak pernah melupakan Palestina. Dalam pertempuran melawan terorisme, kita menjadi saksi kekalahan ISIS di Irak, Suriah, Lebanon dan di kawasan ini,” imbuhnya.

“Misi membunuh martir kami, Soleimani, yang menjadi strategi Zionis untuk memecah belah bangsa di kawasan ini, terbukti gagal,” ujar Abdillahiani.

“Tahun ini, Amerika mengulang cara ini di wilayah ini, dan bisa kita saksikan apa yang terjadi di Irak dan Lebanon. Bersama sekutu-sekutunya, mereka akan terus membuat kekacauan di wilayah ini,” lanjutnya.

Menunjuk perang brutal di Yaman, Abdullahiani mengatakan, Saudi pasti tidak akan mampu bertempur sedemikian lama, tanpa berkoordinasi dengan Amerika.

“Perang di Yaman itu kekeliruan mereka,” tegas Abdillahiani.

Terkait dengan konflik di Yaman, perkembangan terbaru menunjukkan pertempuran terus berlangsung di perbatasan Yaman-Saudi.

Di sisi lain, muncul pemberitaan terjadinya pemberontakan milisi bersenjata yang direkrut Saudi, dan dikerahkan di medan perang guna melawan kelompok Houthi yang berkuasa di Sanaa dan Yaman utara.

Lusinan milisi bersenjata bayaran tewas dan terluka saat mereka mencoba menyerang pasukan Yaman di Distrik Nihem, Provinsi Sanaa.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR