Islam Ajarkan Manusia Harus Memelihara Alam bukan Merusaknya

Ragam

Minggu, 19 Januari 2020 | 20:46 WIB

SALAH satu ajaran fundamental dalam Islam adalah kewajiban menjaga dan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.  Jangan sebaliknya, alam dan lingkungan ini malah menjadi madharat bagi manusia karena tidak mau memeliharanya dan bahkan salah mengelolanya.

Demikian diungkapkan Prof. Dr. KH. Moh. Najib, M.Ag, Guru Besar Ilmu Hadits Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung pada Pengajian Bulanan  Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Kota  Bandung, Minggu (19/1/2020). Kegiatan dengan tema Dakwah Digital tersebut berlangsung di Masjid PWNU Jawa Barat Jl.
Galunggung, Bandung.

Menurutnya, al-Qur’an banyak mengungkapkan ayat-ayat tentang posisi strategis dari seluruh bagian alam semesta ini, seperti tentang matahari,bumi, awan, angin, tumbuh-tumbuhan, pepohonan, binatang, air dan lainnya.

Diantara komponen lingkungan yang paling mendasar dan sangat vital menurutnya adalah air. al-Qur’an lanjutnya banyak mengungkapkan posisi strategis air dan fungsinya dalam tata kehidupan alam, manusia, dan lingkungannya.

Beberapa ayat al-Qur’an menjelaskan bahwa alam raya  diciptakan dan diatur oleh Allah SWT berdasar asas keseimbangan. Perjalanan alam raya selamanya tidak akan menyimpang dari ketetapan yang telah ditentukan. Inilah yang disebut dengan taqdir.

Al-Quran kata Najib, juga menegaskan bahwa di balik keteraturan alam raya dan penciptaan semua itu ditundukkan untuk kepentingan mansusia. Seperti keteraturan perjalanan matahari, pergantian malam dan siang, turunnya hujan, keberadaan gunung, laut, hutan, air, dan lain-lain. "Semua
itu bermanfaat bagi manusia," katanya.

Ketika al-Quran menjelaskan tentang hujan pasti disertai dengan menyebutkan manfaatnya. "Dan tidak ada satu ayat pun yang menyatakan bahwa hujan akan menyebabkan banjir, tetapi justru hujan akan menjadikan tanah subur. Demikian juga lautan, matahari, dan lain-lain, semua ditundukkan untuk
kepentingan manusia," paparnya.

Manusia lanjutnya sebagai pemegang amanah mengelola alam semesta, termasuk di dalamnya bumi dan seisinya.Sebagai konsekwensi alam ni harus dikelola dengan baik dan bermanfaat bagi manusia dengan prinsip keseimbangan, jangan sebaliknya justru malah membuat madharat (kerusakan) bagi manusia.

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR