KPAI Prihatin Atas Tewasnya Siswi di Jakarta yang Diduga Bunuh Diri

Nasional

Jumat, 17 Januari 2020 | 17:14 WIB

200117170736-kpai-.jpg

dok

ilustrasi

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keprihatinan sekaligus duka yang mendalam atas meninggalnya SN (14) siswi SMPN di Jakarta Timur. KPAI menduga, SN bunuh diri dengan melompat dari lantai 3 sekolahnya.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan menghadapi musibah ini," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Ia menuturkan, menghadapi anak-anak yang baru memasuki masa pubertas memang tidak mudah. Oleh karena itu, KPAI mendorong orang dewasa di sekitar anak, baik orang tua maupun guru untuk memiliki kepekaaan. Dengan demikian, mampu mencegah anak-anak melakukan tindakan bunuh diri.

"Alasan seorang remaja melakukan percobaan bunuh diri bisa begitu rumit yang sekaligus pada sisi lain mungkin bukan suatu hal yang dianggap berat bagi orang dewasa pada umumnya. Oleh karena itu, jangan langsung menghakimi remaja yang sedang dirundung masalah," papar Retno seperti ditulis wartawan "PR", Dhita Seftiawan.

Ia menuturkan, yang harus dilakukan orang dewasa di sekitar anak adalah memiliki sensitivitas dan kenali tanda-tanda remaja berniat melakukan bunuh diri. Hal tersebut dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif.

"Jangan abaikan tanda-tanda perilaku remaja yang berniat bunuh diri. Dengarkan semua yang dia ingin sampaikan dan selalu pantau tindakannya. Jangan mengabaikan ancaman bunuh dirinya dan justru melabelinya sebagai individu yang suka bersikap berlebihan," terangnya.

Ia mengatakan, KPAI sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan segera pengawasan langsung ke sekolah untuk dimintai penjelasan dan kronologis peristiwanya karena kejadiannya di lingkungan sekolah.

Seperti diketahui, SN meninggal usai loncat dari lantai tiga gedung sekolah. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, upaya bunuh diri dilakukan SN pada hari Selasa (14/1/2020) dengan melompat dari lantai tiga sekolah.

Akibatnya siswi berhijab tersebut mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit Kramatjati Jakarta Timur pada pukul 20.00 WIB. Siswi tersebut dikabarkan menghembuskan nafas terakhir Kamis (16/1/2020) sekitar pukul 16.15 WIB.

Sementara itu pihak sekolah membantah upaya bunuh diri yang dilakukan SN terkait adanya perundungan di sekolah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah, Narsun.

"Setiap hari sekolah terus melakukan pengawasan dan pembinaan untuk mencegah 'bullying' di sekolah," kata Narsun.

Narsun mengatakan sekolah tidak menyangka SN melakukan percobaan bunuh diri di sekolah.

Karena sekolah mengenal siswi SN seperti siswa pada umumnya tidak ada tanda-tanda yang mencolok dari kepribadiannya.

"SN sendiri dikenal sosok yang biasa saja dan seperti siswi pada umumnya," kata Narsun.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR