Produksi Film "Lo Ban Teng" Gelar Open Casting di Beberapa Kota

Hiburan

Kamis, 16 Januari 2020 | 15:17 WIB

200116152452-produ.gif

Eddie Karsito

Untuk menjaring pemain lokal, film layar lebar "Lo Ban Teng" yang dibintangi aktor sekaligus produser Ki Kusumo, kini tengah melakukan safari ke berbagai kota dan daerah. Tim produksi film ini melakukan open casting serta jumpa fans dalam rangka menjaring potensi daerah.

“Produksi film ini harus menjadi perayaan bersama, bagaimana melalui film kita dapat bersinerji membangun potensi seluruh anak bangsa,” papar Ki Kusumo, kepada galamedianews.com, di Jakarta, Rabu (15/01/2020).

Belum lama ini, Ki Kusumo, menggelar open casting di Grand Asia Afrika Residence Bandung. Pada saat yang sama juga mengadakan temu fans di salah satu Mall di Bandung. “Masyarakat Bandung sangat antusias mengikuti acara open casting ini. Pesertanya mencapai 300 orang lebih. Sebagian datang dari luar kota Bandung,” terang Ki Kusumo.

Selain dihadiri produser, aktor, dan konsultan spiritual Ki Kusumo, open casting di Bandung juga dihadiri beberapa calon pemain, antara lain; Ken Ken "Wiro Sableng", Elkie Kwee dan Angga Eka Putra.

Menurut Ki Kusumo, setelah di Bandung, open casting akan diselenggarakan di Semarang, Surabaya, Medan, Makassar,  serta beberapa kota besar lainnya.

"Lo Ban Teng," sebuah film yang memadukan aktor Indonesia, Tiongkok, dan Negara lainnya. Cerita film ini diadaptasi dari kisah hidup pendekar asal Hokkian Tiongkok.  Produksi film ini menurut Ki Kusumo menelan biaya hingga puluhan miliar. Mengambil tiga lokasi shooting sekaligus, yaitu di Tiongkok, Semarang dan Jakarta.

Silat atau ilmu bela diri, kata Ki Kusumo, adalah salah satu bentuk identitas seni beladiri Nusantara kebudayaan Indonesia. Silat kini tidak hanya sebagai alat seni bela diri, tetapi berkembang menjadi sebuah upaya dalam memelihara kesehatan melalui olehraga. “Silat juga membentuk karakter bangsa yang tangguh, kuat, berbudi luhur, dan berkembang menjadi watak identitas bangsa,” ujarnya.

Film "Lo Ban Teng," menampilkan topik olahraga dan permainan yang mengandung energi besar. Kita tahu, di olahraga terdapat kompetisi, kejujuran, adu kekuatan, dan adu strategi. “Tapi, di olahraga juga terdapat persahabatan, persaudaraan, dan kekeluargaan,” ucapnya.

Selain pencak silat tidak banyak orang tahu kalau di Indonesia ada perguruan ilmu bela diri Kung Fu beraliran Ngo Chu Kun. Perguruan ini didirikan dan dikembangkan oleh seorang guru bernama Lo Ban Teng. Aliran yang lahir sejak tahun 1928 ini tersebar tidak saja di sejumlah daerah di Indonesia, tapi juga di beberapa negara di Asia. Kisah nyata inilah yang mendasari roh film ”Lo Ban Teng”  yang akan diproduksi.

Sementara Ki Kusumo akan lebih menonjolkan seni beladiri baru melalui KIMA ( Ki Kusumo Martial Art). Sebuah gabungan dari beladiri kungfu yang hanya diambil saripatinya. Sehingga menciptakan aliran beladiri baru yang lebih lengkap. Gaya KIMA akan banyak mewarnai adegan perkelahian dalam film ”Lo Ban Teng”  ini.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR