PT KAI Tertibkan Ratusan Bangunan untuk Area Operasional Stasiun Garut

Daerah

Selasa, 14 Januari 2020 | 20:26 WIB

200114201833-pt-ka.jpg

Agus Somantri

REAKTIVASI jalur kereta api (KA) Cibatu-Garut Kota terus dikebut PT Kereta Api Indonesia (KAI). Proses pembongkaran rumah atau bangunan yang berada sepanjang jalur kereta dari Cibatu sampai Garut Kota tersebut ditargetkan selesai pada Februari 2020 mendatang.

Penertiban bangunan yang berada di sepanjang jalur rel kereta pun terus dilakukan. Kali ini, PT KAI kembali menertibkan ratusan bangunan di dua kelurahan di Kecamatan Garut Kota, yaitu di Kelurahan Pakuwon dan Paminggir.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 2 Bandung, Noxy Citrea mengatakan, penertiban bangunan tersebut sudah direncanakan sejak tahun lalu. Pihaknya pun sudah memberikan surat pemberitahuan kepada warga yang menempati lahan milik PT KAI.

"Kami sudah melakukan sosialisasi dan pendataan sejak 3 Desember 2019 lalu. Ada 112 kepala keluarga yang terdampak penertiban di Kelurahan Pakuwon dan Paminggir, Kecamatan Garut Kota," terangnya, Selasa (14/1/2020).

Menurut Noxy, sebagian warga sejak awal tahun sudah mulai membongkar rumah yang mereka tempati. Hari ini, merupakan batas waktu yang diberikan PT KAI untuk membongkar rumah atau mengosongkan bangunan yang ada di lahan milik PT KAI.

"Warga juga sudah menerima. Rumah yang sudah kosong langsung kami bongkar agar bisa segera dibangun operasional stasiun," ucapnya.

Noxy menyebutkan, lokasi yang ditertibkan berada di pusat kota Garut, yaitu di Kampung Loji, Kelurahan Paminggir atau berada di antara Jalan Pramuka dan Jalan Cimanuk. Ada 137 unit bangunan yang ditertibkan di lahan seluas 8.143,58 meter persegi. Warga yang bangunannya ditertibkan sudah menerima uang bongkar.

Noxy menambahkan, di area sekitar Stasiun Garut jalur rel sudah terpasang. Selain itu, bangunan Stasiun Garut lama juga sudah mendapat penataan. Rencananya, di samping bangunan stasiun lama akan dibangun stasiun baru serta sebuah masjid.

"Jalur rel juga sudah melintasi Jalan Guntur dan Jalan Sudirman. Nantinya, di Jalan Pramuka dan Jalan Cimanuk juga akan terdapat lintasan rel," katanya.

Diungkapkan Noxy, uji coba kereta dari Stasiun Cibatu hingga Stasiun Garut akan dilakukan pada akhir Januari. Rencananya, uji coba pertama akan menggunakan lokomotif tanpa gerbong.

"Mudah-mudahan akhir Januari sudah bisa dilaksanakan uji coba ke Stasiun Garut," ucapnya.

Operasional kereta api menuju perkotaan Garut memang sudah sangat dinantikan warga masyarakat. Mereka sudah tidak sabar menanti kehadiran kereta api untuk jalur transportasi anti macet tersebut.

Yuyus Yusuf (42), warga Kampung Kaum Lebak, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota mengaku sudah tak sabar ingin menaiki kereta. Ia pun berharap, reaktivasi kereta Cibatu-Garut Kota akan selesai secepatnya.

"Kalau saya lihat sih relnya sudah terpasang sampai Garut Kota. Semoga saja cepat ada kereta. Tentunya ingin coba naik juga (kereta)," ujarnya.

Yuyus menyebutkan, keberadaan kereta juga akan sangat membantu akses untuk menuju Bandung atau daerah lain. Selain itu, terangnya, keberadaan kereta juga bisa meningkatkan perekonomian bagi masyarakat yang berada tepat dengan keberadaan stasiun.

"Nantinya mereka kan bisa memanfaatkan lahan untuk dijadikan tempat berjualan," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR