Siap Potong Jari demi Legenda Barca, Tak Populer Siapa Pelatih Baru Barcelona Quique Setien?

Soccer

Selasa, 14 Januari 2020 | 11:11 WIB

200114111107-siap-.jpg

dailymail

Pelatih baru Barcelona Quique Setien mungkin bukan sosok vokal yang paling diinginkan Bercelonista. Menggantikan Ernesto Valverde saat Messi and Co berada di puncak,  namanya dianggap paling tepat bagi yang menganggap klub kebaggaan mereka telah kehilangan karakter.

Setien salah satunya dikenal dengan pengakuannya sebagai “murid Johan Cruyff”. Ia bahkan  rela melakukan apa saja asal bisa bergabung dengan Barca saat masih diperkuat legenda sepak bola Belanda tersebut. “Aku akan memberikan jari kelingkingku  untuk bermain di tim Barca Cruyff,” katanya.

Valverde out.

Setien: I'm in!

Kekaguman pada salah satu bintang abadi Barcelona itu pun membuat para penggemar Real Betis murka. Setien melontarkan pernyataan tersebut kala masih menukangi Betis dan dianggap sebagai kode jika dirinya ingin menukangi klub Catalan.

Dikutip dari DailyMail, Selasa (14/1/2020), menggantikan Valverde yang pasukannya takluk 4-3 dari anak asuhnya musim lalu, Setien mampu membawa Real Betis ke panggung Liga Eropa. Namun dewan klub memecatnya karena dianggap gagal menyamai capaian musim sebelumnya.

Cruyff's diehard.

Pasca-karier di Real Betis  Setien dikaitkan dengan sejumlah klub     awal musim ini termasuk klub Inggris Watford awal Desember lalu yang kemudian menunjuk Nigel Pearson. Sempat menolak tawaran lain, kesabaran Satien kini terbayar. Ia menukangi klub yang selalu dikaguminya.

Biodata
Nama: Quique Setien
TTL: Santander, Spantol, September 27 1958 (61 tahun)
Karier kepelatihan: Racing Santander, Poli Ejido, Equatorial Guinea, Logrones, Lugo, Las Palmas, Real Betis
Prestasi: Finis posisi enam bersama Real Betis musim 2017-18
Promosi ke liga kedua Spanyol bersama Lugo musim 2010-11

Barca kalah dari Atletico di ajang Super Cup.

Sebelum Betis, Setien melatih Las Palmas dan kala itu ia mengungkap bagaimana Barcelona memberinya pencerahan. “Aku tidak pernah benar-benar memahami sebuah pertandingan sampai aku melihat permainan Barcelona yang diperkuat Cruyff. Pertama melihatnya, semua itu membuka dunia baru bagiku,” ujarnya.

Ia menambahkan berkat Barca-Cruyff pula dirinya mengerti benar sepak bola merupakan misi kolektif. “Dan aku memahami bahwa asosiasi antarpemain itu artinya tim Anda bisa menguasai bola sepanjang laga,” lanjutnya.

Ernesto Valverde pelatih pertama yang dipecat di tengah musim dalam 17 tahun terakhir.

Pelatih Barcelona sebelumnya Tata Martino pernah mengeluhkan bagaimana kritik tetap dilayangkan padanya meski Barca memetik kemenangan. Alasannya Messi cs kalah penguasaan bola. Dan para pendukung Setien sepertinya percaya bos baru kali ini takkan mengecewakan untuk urusan ball possesion.

“Menang saja tak cukup. Harus ada konsistensi. Apa yang dicapai harus dipertahankan. Untuk apa gol indah yang tak berakhir kemenangan. Aku ingin klub yang tampil konsisten dan unggul penguasaan bola.” Demikian pernyataan Setien beberapa waktu lalu yang kini membuat Barcelonista excited.

Pep Guardiola jadi referensi.

Setien juga dikenal sebagai pendukung pemain yang tak hanya terampil tapi juga cerdas. “Pemain yang memahami ruang, waktu, dan posisi adalah pemain dengan kategori terbaik karena dia tahu bagaimana menerima bola, juga mengerti kapan mengoper atau melakukan tembakan.”

Sebagai pemain Setien beroperasi di posisi gelandang dan tampil  di 70 laga  bersama Atletico Madrid di pertengahan tahun delapan puluhan dan ikut dalam skuad timnas Negeri Matador di ajang Piala Dunia 1986 meskipun tidak pernah diturunkan.

Xavi tolak kursi panas.

Setien diprediksi akan membawa Barcelona kembali ke era ketika El Barca  didominasi  pemain lini tengah. Sesuatu yang dilakukan Pep Guardiola.  Barcelona pasca-Pep menjadi tim yang dibangun dengan kekuatan lini depan lewat trio Neymar, Lionel Messi dan Luis Suarez. Musim ini nama  Griezmann, Messi dan Suarez melanjutkan style yang sama.

Meski demikian Setien yang  dikontrak hingga 2022 setelah Xavi menolak tawaran melatih akhir pekan lalu masih harus membuktikan semua prediksi dan harapan. Setidaknya Barcelonista  baru akan menjatuhkan “vonis” akhir musim nanti.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR