Didakwa Terima Uang Rp900 Juta, Mantan Sekda Jabar Terancam 20 Tahun Penjara

Meja Hijau

Senin, 13 Januari 2020 | 13:26 WIB

200113134130-didak.jpg

Darma Legi

MANTAN Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Iwa Karniwa terancam hukuman paling lama 20 tahun penjara. Ia didakwa telah menerima pemberian atau hadiah uang sebesar Rp 900 juta terkait pengurusan perizinan proyek Meikarta.

Hal itu terungkap dalam sidang perdana bagi Iwa Karniwa, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Senin (13/1/2020). Persidangan mengagendakan pembacaan berkas dakwaan dari Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (PU KPK).

Iwa yang ditahan oleh KPK sejak 30 Agustus 2019 ini hadir di persidangan dengan mengenakan kemeja warna putih dan celana hitam. Selama sidang berlangsung, Sekda di era Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar ini duduk menunduk di kursi terdakwa, di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Daryanto.

Dalam dakwaan yang dibacakan PU KPK, Yadyn diterangkan jika terdakwa Iwa diduga telah menerima hadiah atau pemberian dari PT Lippo Cikarang melalui PT Mahkota Sentosa Utama. Pemberian dimaksudkan agar Iwa membantu mempercepat keluarnya persetujuan dari Gubernur Jabar atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang telah disetujui DPRD Kab. Bekasi.

Pemberian juga dimaksudkan agar Iwa ikut mendorong percepatan RDTR Wilayah Pengembangan (WP) I dan IV serta II dan III dalam proyek pembangunan Meikarta.

"Terdakwa telah melakukan beberapa perbuatan meskipun masing-masing merupakan kejahatan, ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan, berlanjut, menerima hadiah. Yaitu menerima hadiah berupa uang senilai Rp 900 juta dari PT Lippo melalui PT MSU, melalui Satriadi, Neneng Rahmi, Henry Lincoln dan Waras Wasisto," papar Yadyn membacakan berkas dakwaan.

Uang yang diberikan kepada Iwa itu dimaksudkan agar Iwa membantu mempercepat proses Raperda RDTR. Uang yang diterima sebagian besar digunakan untuk membuat banner sosialisasi. Pasalnya, pada saat bersamaan, waktu itu Iwa maju sebagai bakal calon Gubernur Jabar dari PDIP.

Atas perbuatannya, Iwa dianggap bertentangan dengan kewajibannya sebagai penyelenggara negara, yakni selaku Sekda Jabar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 4 dan 6 UU RI Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Perbuatan Terdakwa Iwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 12 huruf a sebagaimana dakwaan kesatu, dan pasal 11 sebagaimana dakwaan kedua UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Kedua pasal ini ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Persidangan perkara ini akan kembali dilanjutkan Senin (20/1/2020) karena Iwa tidak mengajukan eksepsi.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR