Saat Angin Kencang Menerjang Negeri

Citizen Journalism

Minggu, 12 Januari 2020 | 18:27 WIB

200112181132-saat-.jpg

ist

ANGIN kencang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Sabtu, (11/1/2020) merusak sarana di rest area KM 166 tol Cipali Kabupaten Majalengka.

Selain merusak sejumlah sarana di tol Cipali, angin kencang juga membuat panik pengendara dan pegawai rest area yang sedang berada di lokasi. Angin kencang juga merusak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga tidak dapat beroperasi.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Agus Permana, mengatakan kemarin di wilayah Majalengka terjadi angin kencang, tepatnya di KM 166 atau berada di Desa Surawangi Kecamatan Jatiwangi, angin kencang merusak fasillitas di rest area (Tinta Hijau, 12/1/2020).

Angin adalah salah satu tanda kekuasaan Allah. Sepantasnya seorang mukmin mengambil pelajaran dengan keberadaan angin. Dengan angin, seorang hamba mengetahui betapa agungnya Allah, zat yang mengatur angin.

Dalam angin terdapat pelajaran dan nasihat yang sangat berharga serta tanda kekuasaan yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan sang pencipta.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan kamu bersyukur” (TQS ar Rum: 46).

"Dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (TQS. al
Baqarah: 164).

Dalam sebuah hadits yang sahih Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang mencaci maki angin dengan alasan bahwa angin itu sekadar makhluk yang diatur dan diperintah. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian mencaci angin karena angin itu diperintah".

Diaturnya angin oleh Allah adalah sebuah nikmat yang sangat besar bagi manusia. Hendaknya kita merasakan adanya nikmat tersebut dan nilainya serta menyadari manfaat yang kita petik darinya.

Seandainya angin itu tidak diatur oleh Allah tentu tidak akan ada kehidupan bagi manusia. Dunia hewan dan tumbuh-tumbuhan pun akan kacau balau. Makanan akan rusak dan busuklah seluruh penjuru bumi.

Pengaruh dan manfaat angin itu sangat banyak, tak terhitung. Seandainya angin itu hanya diam dan tenang tidak bergerak atau bertiup maka seluruh bagian bumi ini terutama tumbuh-tumbuhan akan busuk. Hewan-hewan akan menjadi bangkai.

Jadi bertiupnya angin itu sebuah nikmat. Karenanya ada pergerakan udara. Udara pun menjadi bersih dan jernih. Berbagai penyakit hilang dan berbagai nikmat, kebaikan dan manfaat besar pun datang. Semua itu karena angin yang diatur oleh Allah.

Terkadang Allah mengirim angin yang mendorong mendung yang membuat hujan. Hujan adalah kabar gembira dan pembawa berbagai kebaikan. Masih banyak manfaat dan hasil yang akan dirasakan oleh manusia oleh sebab angin. Oleh karena itu, dalam al Qur’an kita jumpai Allah menyebut angin dalam bentuk jamak. Hal ini mengisyaratkan banyak dan besarnya manfaat yang Allah letakkan pada angin.

Terkadang Allah mengirimkan angin sebagai siksaan dan hukuman. Angin datang membawa adzab yang menjadi sebab mati dan hancurnya manusia, tetumbuhan dan berbagai binatang. Hal ini terjadi sebagai hukuman Allah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh orang yang mau mengambil pelajaran. Wallahua'lam bishshawab.

Pengirim:
Tawati
(Pelita Revowriter Majalengka)
tawati7899@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR