Alhamdulillah, Kota Cimahi Kini Punya Air Mancur

Pariwisata

Rabu, 8 Januari 2020 | 14:21 WIB

200108142146-alham.jpg

TAMAN Air Mancur Bunderan Leuwigajah, Kota Cimahi kini sudah bisa dinikmati masyarakat. Sejak Selasa (7/1/2020), air mancur di taman tersebut sudah berfungsi.

Jika malam hari, taman air mancur tersebut terlihat indah, karena kerlap kerlip lampu warna warni.

Rencananya taman tersebut akan dilengkapi patung gajah, yang disesuaikan dengan keberadaan taman tersebut yang masuk wilayah Leuwigajah.

"Tahap 1 sudah selesai, air mancur dan lampu-lampunya. Nantinya akan ditambah berbagai ornamen lainnya, termasuk patung gajah yang rencananya akan diletakan di sekitar taman," kata Kepala Seksi (Kasi) Pertamanan dan Dekorasi Kota  Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Mira Nurmeita Gantini di Pemkot Cimahi Jalan Demang Hardjakusumah, Rabu (8/1/2020).

"Paling dilanjutkan untuk pengerjaan estetikanya, perkerasan, pakai batu, dan patung. Luas total area kolamnya sekitar 277,45 meter. Tapi untuk patung gajahnya kami masih bahas penyediaan anggarannya," sambung Mira.

Ia melanjutkan, air mancur ini menjadi yang pertama di Kota Cimahi. Selain untuk dekorasi kota, keberadaan air mancur tersebut tentunya akan mempercantik Kota Cimahi, dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk spot swafoto atau selfie.

"Ini baru yang pertama air mancur di Cimahi sebagai penambahan dekorasi kota," ucapnya.

Menurut Mira, waktu operasional air mancur yang ada di taman Leuwigajah ini akan dibatasi, sehari dua jam. Mengingat daya listriknya yang dipakai cukup tinggi, yakni mencapai 23.000 VA (Volt Amper).

"Iya di waktu, sehari 2 jam. Ada 2 rencana, Pagi satu jam, sore satu jam. Atau sore dua jam. Selain pertimbangan tarif listriknya, pertimbangan lain pembatasan waktu operasional air mancur adalah pemeliharaan pompa, dan lampu-lampunya. Kan ada umur pakai masin-masingnya," beber Mira.

Disinggung soal anggaran yang disiapkan untuk pemeliharaan dan bayar liatrik taman air mancur tersebut, Mira mengatakan jika dilihat dari perhitungan 2 jam per hari, berarti dibutuhkan anggaran sekitar Rp1.500.000 per bulan

"Anggaran pemeliharaan, kami belum bisa perhitungkan. Kami pantau Dari pemeliharaan selama 6 bulan ini. Sementara untuk personil menggunakan SDM yang ada," ujarnya.

Mengingat kawasan bunderan Leuwigajah ini kerap disergap kemacetan, pihaknya pun mengimbau masyarakat yang akan swafoto atau selfi bisa mengambil angle dari jarak jauh untuk menghindari kemcetan kian parah.

"Warga bisa mengambil selfi dari angle yang aman, bisa dari jauh, tidak sampai masuk ke bundarannya," imbuhnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR