Astra Bareng SDA Keruk Lumpur Penyebab Banjir Tol Cipali

Daerah

Rabu, 1 Januari 2020 | 17:43 WIB

200101174501-astra.jpg

Dally Kardilan

Alat berat dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Cirebon sedang mengangkat lumpur sungai Cilalanang, Indramayu.

USAI banjir ‘kiriman’ yang menerjang jalur Tol Cipali di Km.200 arah Jakarta dan Cirebon, Astra Infra Tol Cikopo-Palimanan bersama Direktorat Sumber Daya Air menanggulanginya dengan cara mengeruk sedimentasi Sungai Cilalanang, Indramayu, Rabu (1/1/2020).

“Pengerjaan ini hanya sementara agar tidak terulang luapan air sungai ke jalur jalan,“ kata Direktur Operasi PT Lintas Marga Sedaya, Agung Prasetyo saat mendampingi Djarot Widyoko, Kasubdit Sungai & Pantai Dirjen Sumber Daya Air (SDA) dan perwakilan BBWS Cimanuk –Cisanggarung, Cirebon.

Ia menjelaskan, kerja sama pengelola jalan tol terpanjang di Jawa dengan Dirjen SDA dan BBWS selain untuk melihat dan menggambar langkah langkah penanggulangan juga untuk mengangkat sedimentasi yang berada pada sungai Cilalanang.  

“Untuk sementara arus bisa tertampung walaupun curah hujan tinggi, namun ke depan melalui BBWS Cimanuk akan melakukan pelebaran saluran sepanjang 500 meter di hulu dan hilir sungai sehingga tidak terjadi luapan air kembali ke ruas jalan tol Cipali,“ jelas Agung.

Sedangkan pembangunan  drainase yang ada di badan jalan tol sesuai dengan Detailed Engineering Design (DED) yang telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berdasarkan kondisi setempat pada saat itu. Pemeliharaannya rutin dan hanya berfungsi sebagai saluran untuk menampung dan mengalirkan air hujan yang berasal dari permukaan badan jalan tol.

Diberitakan kemarin, hujan deras diwilayah Subang berbatasan dengan Indramayu mengakibatkan meluapnya sungai Cilalanang  pada Selasa (31/12/2019) sore selama lebih dari 1 jam. Banyak pengemudi terpaksa berhenti karena air cukup deras dari selatan ke utara dengan ketinggi ada yang mencapai sepanjang 259 meter dengan tinggi air 15-20 cm.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR