Kawasan Wisata Pangandaran Padat, Kendaraan Tak Bergerak di Tengah Cuaca Mendung

Pariwisata

Rabu, 1 Januari 2020 | 08:24 WIB

200101083053-kawas.jpg

AWAN mendung menaungi kawasan wisata Pantai Pangandaran sejak malam pergantian tahun baru hingga Rabu (1/1/2020) jelang siang.

Bahkan hukan deras terjadi menyambut kedatangan Guberhur Jabar Ridwan Kamil untuk merayakan malam tahun baru di Pondok Seni Pangandaran. Akibatnya, gubernur hanya menyapa warga yang memenuhi kawasan Pondok Seni Pangandaran sejak sore, sebelum meninghalkanbkawasan tersebut.

Namun pesta kembang api tetap dilaksanakan ditengah guyuran hujan, walaupun tidak dihadiri gubernur. Selain diguyur hujan ringan, kepadatan dan kemacetan di Kawasan Pangandaran terjadi sejak Selasa (31/12/2019) siang.

Usai perayaan malam tahun baru, kondisi macet belum juga terurai hingga Rahu (1/1/2020) siang. Ribuan wisatawan berlomba-lomba keluar kawasan Pangandaran usai merayakan malam tahun baru. Akibatnya terjadi antrean panjang mulai dari kawqsan hingga selepas pintu gerbang masuk kwasan wisata Pangandaran.

Menurut seorang relawan, Iwan, kondisi macet ini karena banyak wisatawan yamg keluar kawasan secara berbarengan. Selain itu, banyak pula wisatawan yang baru masuk kawasan wisata Pangandaran. Bahkan para wisatawan yang akan keluar hotel maupun penginapan tidak bisa bergerak, karena saking padatnya kendaraan di area Wisata Pangandaran.

"Sementara ruas jalan hanya segitu gitunya (sempit). Sekalipun telah diberlakukan pengalihan lalu lintas maupun rekayasa jalan, tetap saja kemacetan tidak bisa dihindarkan," katanya pada galamedianews.com, Rabu.

Iwan memperkirakan, kemacetan akan mulai terurai pada Rabu sore, saat wisatawan sudah meninggalkan wisata Pangandaran. Sementara itu, Ikin salah seorang nelayan dan ojek perahu menyatakan, daya beli wisatawan sangat kurang, walaupun wisata Pangandaran dipadati pulihan ribu pengunjung.

Menurutnya, kondisi seperti ini sangat berbeda dengan dua tahun lalu. "Dua tahun lalu, saya sampai tidak bisa iatirahat dan makan karena saking banyaknya pengunjung. Tahun ini, dapat lima rit pun susahnya bukan main, mungkin karena perekonomian lagi menurun," katanya.

Iwan menyebutkan, kepadatan wisatawan ini tidak dibarengi daya beli. Karwna wisatawan lebih banyak bermain dipantai, daripada naik perahu. "Ya, mungkin lagi menurun. Dan mereka lebih senang bermain di darat atau sekedar berbelanja keperluan eelama di Pangandaran," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR