Politik Indonesia di 2020 Bisa Stabil, Asalkan Tidak Ada Blunder

Nasional

Jumat, 13 Desember 2019 | 19:32 WIB

191213193218-polit.jpg

liputan6.com

Demo mahasiswa menolak RUU KUHP di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, beberapa waktu lalu. Pengamat menyebut situasi politik Indonesia di 2020 bisa stabil asal tidak ada blunder.

DIREKTUR Eksekutif Indo Barometer, M Qodari memprediksi situasi politik Indonesia pada 2020 mendatang stabil dan kondusif. Semua itu akan terwujud jika pemerintah serta parpol koalisi tidak berbuat blunder.

"Perlu diantisipasi blunder-blunder politik yang menimbulkan kemarahan atau protes dari rakyat dalam skala yang masif," tutur M Qodari di sela kegiatan diskusi 'Indonesia's Economic and Political Outlook 2020' di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Contohnya, kata dia, seperti kontroversi RUU KUHP yang menciptakan gelombang protes besar. Pasalnya, RUU tersebut menyita perhatian banyak kalangan.

RUU KUHP mengatur setiap kehidupan masyarakat mulai dari lahir sampai kematian. Namun ketika ada yang tidak sesuai dalam rancangan undang-undang tersebut maka banyak menuai protes, bahkan dengan gelombang besar.

"Manajemen menjadi penting, jangan sampai semua undang-undang yang kontroversial menimbulkan atau memicu demonstrasi yang besar, dikumpulkan dalam satu titik yang bersamaan," terangnya.

Selain soal undang-undang, Kabinet Indonesia Maju kata dia juga mesti lebih hati-hati dengan tidak membuat blunder. Jajaran kabinet diharapkan tidak melakukan langkah kontroversial yang bisa menuai reaksi publik.

Selama tidak ada tindakan blunder, situasi stabil politik pada 2020 bahkan bisa berlanjut sampai akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Paslanya, presiden didukung oleh 85 persen kekuatan politik. Apalagi kompetitor ketika pilpres Prabowo Subianto dengan Gerindra ikut bergabung.

"Kemarin Pak SBY pidato akhir tahun, kalau saya boleh dibilang pidato itu sebetulnya semacam endorsement atau dukungan kepada pemerintahan. Artinya sebetulnya partai Demokrat per hari ini itu pada posisi mendukung pemerintah," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR