ARS University Wisuda 683 Orang, Tingkatkan Lulusan Berdaya Saing Bidang Digital

Bandung Raya

Kamis, 12 Desember 2019 | 17:38 WIB

191212173903-ars-u.jpg

Krisbianto

UNIVERSITAS Adirajasa Reswara Sanjaya (ARS University) yang kini telah bertranformasi dari Universitas BSI Bandung, kembali menggelar wisuda program pascasarjana dan sarjana angkatan ke pertama 2019. Kegiatan wisuda kali ini juga digadiri langsung oleh Ketua Yayasan Graha Harapan Generasi (YGHG) Ir. H. Joddy Hernady MSEE, Ketua LL Dikti Jabar dan Banten Prof. Dr. Uman Suherman, AS., MPd.,  dan Ketua Paguyuban Profesor LLDIKTI Wilayah IV Prof. Dr. Endang Komara, M.Si. Kegiatan yang dihelat di Harris Hotel Convention Festival Citilink, Jln. Peta, Bandung, Kamis (12/12/2019).

Rektor ARS University Dr. H. Purwadhi, MPd., didampingi Warek Akademik Dr. A. Rohendi SH., MM., mengatakan, para lulusan ARS University ini, telah dibekali soft skill yang menitikberatkan pada kemampuan individu mahasiswa agar bisa berkembang dan berkarier sesuai bidangnya. Apalagi kini, era industri 4.0 (era disruptif) telah berlangsung, pihaknya perlu menyesuaikan dengan kurikulum tentunya yang up to date sebagai universitas yang unggul dibidang digital.

“Tentunya kami sudah membekali seluruh para lulusan, dengan kemampuan soft skill. Metode pendidikan yang membangun manusia secara keseluruhan dengan mengembangkan semua potensinya seperti sosial emosi, intelektual,  moral atau karakter, kreatifitas dan spiritual,” katanya.

Kegiatan wisuda kali ini, katanya, berjumlah sebanyak 683 orang terdiri dari 10 program studi yakni program studi Pasca Sarjana (S2) 8 orang, Manajemen (S1) 114 orang, Akuntansi (S1) 72 orang, Teknik Informatika (S1) 123 orang, Sistem Informasi (S1) 173 orang, Ilmu Komunikasi (S1) 88 orang,  DKV (S1) 37 orang, Fika (S1) 37, STP ARS (S1) 15 dan Akpar (S1) 14 orang.

“Lulusan terbaik kali ini diraih oleh Gita Indriani Prodi Akuntansi dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) 3.92, Gabriela Novriana Mau Pelun IPK 3,92 (Manajemen), Anggit Nur Iman IPK 3,91 (Teknik Informatika), Rissa  Nurfitriana Handayani IPK 3,82 (Sistem Informasi), Muthia Alfianty IPK 3,75 (Ilmu Komunikasi), Warsa Suarsa IPK 3,71 (DKV), Fanny Agustina Hidayat IPK 3,74 (Manajemen STP ARS), Delia Wati Putri IPK 3,60 (Fika) dan Try Nanda Sari  IPK 3,89 (Akpar BSI), “ ujar H. Purwadhi.

ARS University kini merubah diri menjadi universitas unggul dibidang digital, maka seluruh kurikulum juga diwarnai oleh digital, seperti talent digital, entepreneur digital, bigdata dan komputer offting. Difakultas Teknik khususnya Prodi Teknik Informatika dan Prodi Sistem Informasi menjadi warna yang sangat kental digitalnya, dibanding prodi lain hanya mewarnai saja.

“Kita telah mengaktualisasikan diri sebagai universitas unggul dibidang digital, harus segera terwujud. Alhamdulillah, kami juga telah bekerjasama dengan ITB, dan sudah ditandatangani MoU untuk riset bersama dibidang digital sebagai pendampingnya,” ujar H. Purwadhi.

Lembaga ini lahir tahun 2000 yang lalu, pasalnya, saat itu bernama ARS Internasional, lalu pengelolaannya diberikan ke Universitas BSI Bandung dan kini telah kembali lagi ke ARS University dengan semangat baru. Tentunya, dengan semangat visi dan misi yang baru yakni, kuat, mandiri, unggul dan jaya selamanya.

“Untuk menuju universitas unggul dibidang digital, tentu perlu disiapkan dengan baik, seperti bekerjasama dengan beberapa kampus dari luar negeri. Salah satunya yakni Universitas dari Malaysia, November 2019 dengan Calalunya Univesity, Berlin University Jerman, Martin Luther University of Halle Wittenberg Jerman, dan Fukuma University Jepang,” kata H. Purwadhi.

Tahun ini, ARS University mendapat berkah yang sangat luar biasa, tentang pemeringkatan universitas dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Jawa Barat. Mendapat peringkat ke 17 dari 486 PT di Jabar dan Banten dan peringkat ke 214 dari 4.500 PT nasional serta naik dari PT binaan kini menjadi kluster madya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Graha Harapan Generasi (YGHG) Ir. H. Joddy Hernady MSEE menjelaskan era industri 4.0 (era disruptif) kini telah belangsung, pihaknya menitikberatkan untuk bisa menjadi kampus yang mandiri dan berdaya saing global. Hal inilah, yang menjadi perhatiannya terus berbenah diri mempersiapkan dan merancang kurikulum yang berbasis digital. Nantinya, talent digital dan entepreneur digital ini akan banyak mewarnai dalam melahirkan inkubasi bisnis.

“Tahun depan kita akan godok para inkubasi bisnis ini dalam satu wadah agar bisa terarah dan bisa melahirkan star up- star up baru di Indonesia. Kini, jumlahnya masih sangat kecil dibawah 10%, ARS University akan menjadi pioner agar bisa semakin bertambah jumlahnya,” jelasnya. (krisbianto).**

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR