Kain Tenun Indramayu Butuh Generasi Penerus

Seni & Budaya

Rabu, 11 Desember 2019 | 14:29 WIB

191211142942-kain-.jpg

Kiki Kurnia

Sunari, salah seorang penenun asal Desa Kebonjunti, Untinyuat, Kabupaten Indramayu tengah mengerjakan kain tenun junti dengan motif babaran, di lapangan Desa Kebonjunti, Indramayu, Rabu (11/12/2019).

KAIN tenun junti merupakan satu-satunya kain tenun khas Indramayu. Salah seorang perajin yang hingga kini masih eksis adalah Sunari.

Ia merupakan generasi ketiga dari perajin tenun junti. Sayangnya, sampai saat ini, belum ada generasi penerus yang mau melanjutkan kerajinan tenun khas Indramayu tersebut.

Sejatinya, kain tenun junti adalah ciri khas Indramayu yang memiliki beragam motif. Selain motif babaran, ada juga motif suwugan, gunugan, dan biasaan. Oleh Sunari, helai kain tenun motif babaran bisa diselesaikan dalam sepekan, itu pun jika ada waktu luang.

Berbekal alat yang dinamakan pon, apit, sisiran, wora, dan teropong yang berusia lebih dari 100 tahun, Sunari seringkali menerima orderan membuat kain tenun berupa sarung, selendang maupun kain tejun lainnya.

Satu helain kain tenun junti motif babaran dijual seharga antara Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu, tergantung motif dan lama pengerjaan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR