Siap Dihujat, Miss Myanmar Kontestan Pencinta Sesama Jenis Pertama Ajang Miss Universe

Ragam

Selasa, 10 Desember 2019 | 15:00 WIB

191210142606-teran.jpg

dailymail

Meski tak memenangi ajang kecantikan Miss Universe 2019 yang  digelar di Tyler Perry Studios Atlanta, Georgia, AS, akhir pekan lalu, Miss Myanmar Swe Zin Htet ikut menjadi headline. Ini karena kontestan berusia 21 tahun itu menjadi peserta pertama yang tercatat sebagai pencinta sesama jenis alias lesbian.

Dikutip dari DailyMail kemarin, mengakui secara terbuka orientasi seksualnya beberapa hari sebelum final, Swe berharap popularitasnya bisa membantu komunitas LGBTQ terutama di negaranya agar lebih diterima. Ia pun memahami konsekuensi yang dihadapinya termasuk hujatan. Sejauh ini Myanmar menyatakan LGBTQ sebagai sesuatu yang ilegal.

Demi komunitas LGBTQ.

Ilegal di dalam negeri.

Dianugerahi gelar Miss Myanmar pada 31 Mei, Swe memutuskan buka-bukaan satu minggu sebelum tampil di Miss Universe dalam wawancara dengan blog kecantikan Missosology. Ia juga mengakui perlu waktu panjang hingga dirinya menyadari orientasi seksnya.

“Aku baru yakin diriku gay tahun 2015. Tidak mudah tapi dengan posisiku saat ini aku bisa menjadi jalan aspirasi bagi komunitas LGBTQ.” Menyadari tak semua negara peserta menerima pencinta sesama jenis, Swe tetap positif dengan tanggapan sejumlah pencinta Miss Universe yang menurutnya tetap mendukung. 

Terancam penjara 10 tahun.

Didukung organisasi Miss Universe.

“Harapanku dunia sepenuhnya menerima LGBTQ+ dan pilihan mereka menentukan jalan kebahagiaan. Love is the most powerful thing and people fall in love with human beings, not gender,” ungkapnya pada People melalui penerjemah.  

Swe pun menyebut selain ilegal, secara umum warga Burma memandang sebelah mata kalangan LGBTQ. Laporan Al Jazeera sebelumnya, Pasal 377 Burma menyatakan hukuman 10 tahun penjara bagi praktik gay. “LGBTQ di Myanmar tidak memiliki hak yang sama dan aku ingin mengubahnya. Aku terbuka tentang seksualitasku agar yang lain juga berani melakukannya," tambah Swe kepada Glamour.

Miss South Africa Zozibini Tunzi menjadi juara Miss Universe 2019.

Angela Ponce, wakil Spanyol dari komunitas transgender.

Sementara itu organisasi Miss Universe menyuarakan dukungannya untuk Miss Myanmar. ”Kami bangga menjadi media bagi sosok inspirasional seperti Miss  Myanmar yang dengan berani berbagi kisahnya dengan dunia,“ ujar Paula Shugart, President of The Miss Universe Organization kepada majalah People. Ia menegaskan Miss Universe akan selalu mendukung para wanita yang bangga dengan identitasnya.

Selain Swe yang menjadi kontestan gay, komunitas LGBTQ juga diwakili Angela Ponce di ajang Miss Universe tahun lalu sebagai kontestan transgender pertama. Wakil Spanyol itu menjalani operasi ganti kelamin setelah terlahir dengan jenis kelamin laki-laki.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR