Jalan, Infrastruktur untuk Umat

Citizen Journalism

Kamis, 5 Desember 2019 | 17:35 WIB

191205173418-jalan.JPG

ist

Foto penulis

KEPALA Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., mengklaim tingkat kerusakan jalan di kota angin yang menjadi kewenangan Pemkab Majalengka hanya sekitar 10 sampai 15 persen lagi.

Hal itu dihitung dari ruas jalan sepanjang 930 kilometer. Sementara yang belum diperbaiki akan dilakukan perbaikan secara bertahap.

"Kondisi ruas jalan yang masih tergolong rusak sedang dan rusak parah saat ini sekitar 130 kilometer yang tersebar disejumlah wilayah di 26 kecamatan," kata Eman, usai peringatan Hari Bhakti PU ke 74, di kantornya, Selasa (3/12/2019).

Pemerintah menyadari betul keberadaan jalan dan jembatan sangat vital bagi kelancaran transportasi. Kondisi jalan akan mempengaruhi peningkatan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Karenanya jalan diharapkan bisa seluruhnya dalam kondisi baik agar menunjang kesejahteraan
masyarakat. (Dikutip Radar Cirebon, 5/12/2019)

Infrastruktur adalah untuk umat, bukan untuk kapital. Minimnya pengurusan pemerintah terhadap kesejahteraan umat, membuat kesulitan di seluruh lini kehidupan. Jalan rusak peluang terjadinya kecelakaan pun besar. Nayawa siap melayang.

Infrastruktur adalah hal penting untuk membangun dan meratakan ekonomi sebuah negara demi kesejahteraan bagi rakyatnya. Karena itu negara wajib membangun infrastruktur yang baik, bagus dan merata ke pelosok negeri.

Di dalam buku The Great Leader of Umar bin al-Khathab, halaman 314-316, diceritakan bahwa Khalifah Umar al-Faruq menyediakan pos dana khusus dari Baitul Mal untuk mendanai infrastruktur, khususnya jalan dan semua hal ihwal yang terkait dengan sarana dan prasarana jalan. Tentu dana ini bukan dari dana hutang. Hal ini untuk memudahkan transportasi antara berbagai kawasan negara Islam.

Khalifah Umar memastikan pembangunan infrastruktur harus berjalan dengan orientasi untuk kesejahteraan masyarakat dan untuk 'izzah (kemuliaan) Islam. Jikalau negara harus bekerjasama dengan pihak ketiga, haruslah kerjasama yang menguntungkan bagi umat Islam. Bukan justru masuk dalam jebakan hutang, yang menjadikan posisi negara lemah di mata negara lain/pihak ketiga.

Khalifah Umar melalui gubernur-gubernurnya sangat memperhatikan perbaikan berbagai jalan tatkala membuat perjanjian antara para gubernurnya dan berbagai negeri yang berhasil ditaklukkan. Dengan spirit menerapkan syariah Islam, Khalifah Umar merealisasikan pembangunan infrastruktur yang bagus dan merata di seluruh negeri Islam. Wallahu a'lam bishshawab.


Pengirim:
Tawati
Penulis Penggerak Opini Islam
Revowriter Majalengka
Member Writing Class With Hass
tawati7899@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR