Komisi C DPRD Kota Bandung Minta Pemkot Tegas Soal Otopet Listrik

Bandung Raya

Selasa, 3 Desember 2019 | 15:27 WIB

191203151010-komis.jpg

KEBERADAAN otopet listrik di kota Bandung menjadi perbincangan banyak pihak. Terlebih kini pengguna otopet listrik banyak abai terhadap faktor keselamatan. Selain tidak menggunakan helm serta pelindung badan, banyak ditemukan otopet listrik digunakan di tempat yang tidak semestinya seperti di flyover atau jalan layang. Bahkan terbaru, ada pengguna otopet berbonceng 3 melintas di jalan flyover.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Folmer Silalahi menegaskan jika otopet ini hanyalah sebuah sarana transportasi rekreasi dan bukan moda transportasi utama. Oleh karenanya tak sepatutnya otopet listrik digunakan di jalan raya karena bisa membahayakan pengguna otopet listrik dan pengguna jalan lainnya.

"Ini untuk jarak pendek jadi digunakan untuk di kawasan tertentu artinya hanya untuk skala kawasan untuk skala kota yang akhirnya harus masuk jalan arteti dan lainnya yang tentunya bisa membahayakan pengguna dan pengguna moda transportasi lain," sebut Folmer yang dikutip saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Selasa (3/12/2019).

Menurut Folmer penggunaan otopet listrik tidak bisa dilarang secara penuh. Hanya perlu penegasan terkait ruang penggunaan otopet listrik tersebut.

Meski belum ada aturan spesifik terkait penggunaan otopet listrik di Kota Bandung, Folmer meminta Pemerintah Kota Bandung untuk cepat bersikap. Pasalnya kian hari pengguna otopet listrik ini kian banyak hilir mudik di jalan raya.

"Ini harus diatur di kawasan mana otopet listrik ini bisa digunakan," tegasnya.

Untuk penyedia penyewaan otopet listrik, Folmer meminta agar ada aturan yang jauh lebih ketat. Selain itu harus ada pengawasan terkait penggunaan otopet listrik ini.

Diakui Folmer, banyak laporan jika warga banyak menggunakan otopet listrik ini pada malam hari. Hal tersebut pun dinilai membahayakan.

"Pemerintah Kota Bandung lewat Dishub harus mengundang pihak penyedia moda ini agar segera cari solusi yang terbaik sebelum ini menjadi fenomena dan banyak menjadi korban di jalanan," tegasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR