Maestro Lukis Jeihan Sukmantoro Sudah Menyiapkan Kematiannya Sejak Lama

Bandung Raya

Sabtu, 30 November 2019 | 00:29 WIB

191130003248-maest.jpg

Retno Heriyanto/"PR"

“SEBAGAI umat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, saya merasa sangat beruntung masih ingat kematian dan menyiapkan segalanya. Kain kafan yang akan membungkus dan bahkan masjid yang saya bangun kelak untuk menyalatkan,” ujar Maestro Seni Lukis Ekspresionis, Jeihan Sukmantoro saat ditemui pertengahan November lalu saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Santa Borromeus untuk keempatkalinya sepanjang tahun 2019 karena sejumlah penyakit yang dideritanya.

Dilaporkan wartawan "PR", Retno Heriyanto, pernyataan pelukis kelahiran Surakarta, Jawa Tengah pada 26 September 1938 ini, dibenarkan budayawan Jakob Soemardjo, teman berseteru, debat, diskusi dan berbicara berbagai hal.

“Sejak dulu Jeihan sudah menyiapkan kematiannya. Setiap diskusi ujung-ujungnya berbicara tentang kematian, keabadian dan kekekalan,” ujar Jakob tentang sahabatnya yang meninggal pada Jumat (29/11/2019) pada pukul 18.10 WIB akibat komplikasi penyakit yang dideritanya sejak tahun 1981.

"Almarhum sudah menyiapkan kematiannya dengan baik. Bahkan untuk menghadapi kematian almarhum tidak hanya menyiapkan kain kafan, liang lahat dan masjid yang akan menyalatkan jasadnya, tetapi juga perbuatan-perbuatan baik yang menurut kepercayaannya akan memudahkannya pada kematian," ujar Jakob Soemarjo, yang sudah mengenal Jeihan sejak masih di Gang Masjid Cicadas Bandung.

Diungkapkan Jakob, sosok Jeihan yang dikenalnya selama ini merupakan sosok yang sangat jujur dan tidak suka pada kebohongan.

"Saking tidak suka pada pembohong saya tidak bisa bohong saat menjual lukisan pemberiannya karena membantu mengurus surat-surat pernikahannya. Tapi tahu saya menjual lukisnya, Jeihan sempat tidak mau bertemu saya beberapa tahun lamanya," kenang Jakob yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari Studio Lukis Jeihan di Jalan Padasuka.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR