Cegah Tindak Anarkis, SMK PU Negeri Bandung Terapkan Program Parenting Day

Dinas Pendidikan Jabar

Jumat, 29 November 2019 | 22:00 WIB

191129205932-cegah.jpg

GUNA mencegah kenakalan remaja dan berbagai tindak anarkis siswa, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pekerjaan Umum (PU) Negeri Bandung menerapkan program Parenting Day setiap tahun. Langkah ini menjadi wadah untuk menyampaikan permasalahan siswa kepada orang tua.

Kepala SMKN PU Bandung, Hasan Iskandar mengatakan, Parenting Day merupakan kegiatan khusus mendatangkan orang tua guna memberikan pencerahan atas masalah-masalah yang bisa memicu anarkisme pada anak. Antisipasi perlu dilakukan sejak awal untuk mengantisipasi berbagai perbuatan buruk yang dilakukan siswa.

“Tak hanya itu, kami juga mengundang pakar psikologi guna memberikan pencerahan kepada orangtua agar bisa memberikan pembelajaran di rumah mengenai bahaya tindak anarkisme. Terlebih, orang tua harus dapat lebih memperhatikan kondisi anak-anaknya,” ujar Hasan, dalam Deklarasi Anti-Hoax dan Menolak Ajakan Anarkis di SMK PU Bandung, Jln. Garut No. 10, Kota Bandung, Jumat (29/11/2019).

Lebih lanjut Hasan menyampaikan, kenakalan bisa menghancurkan masa depan anak, bahkan bisa meresahkan/mengganggu lingkungan serta masyarakat sekitar. Maka dari itu, diperlukan langkah preventif yang tepat, dimulai dari sekolah, keluarga dan lingkungan.

Deklarasi ini, menurut Hasan, tentu akan memberikan pemahaman kepada siswa untuk tidak melakukan hal-hal negatif. Salah seorang siswa SMK PU Negeri Bandung, Lita Hardiyanti mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi generasi muda. “Kita sebagai siswa memang sudah seharusnya menghindari dan menjauhi semua tindakan negatif,” ucapnya dalam siaran persnya.

Untuk menolak tindakan anarkis tersebut, sebanyak 1.150 siswa SMK PU Negeri Bandung mengucapkan ikrar sebagai berikut:

Kami Pelajar SMA  dan SMK Se-Kota Bandung Menyatakan

1. Siap dan setia mencintai tanah air Indonesia

2. Siap menolak paham radikalisme dan intoleran yang dapat merusak kebinekaan bangsa Indonesia

3. Siap menjaga dan menjunjung tinggi ideologi Pancasila

4. Menggunakan media sosial secara bijak santun dan cerdas

5. Mendukung Polri untuk menindak tegas para pelaku hoax bahkan turut menolak radikalisme dan kelompok anarkis

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR