Kasus Penipuan Akumobil, Polisi Tetapkan Tersangka Baru

TKP

Jumat, 29 November 2019 | 16:02 WIB

191129160133-kasus.JPG

Darma Legi

Para konsumen Akumobil (PT Aku Digital Indonesia) mengumpulkan data dan bukti transaksi pembayaran yang nantinya dijadikan alat bukti mediasi pada kasus dugaan penipuan mobil murah, di Taman Vanda, Jln. Merdeka, Kota Bandung, Selasa (5/11/2019).

SATUAN Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung menetapkan tersangka baru dalam kasus penipuan Akumobil. Tersangka berinisial MI, yang menjabat sebagai Direktur HRD dalam perusahaan tersebut.

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan lima tersangka. Mereka bahkan sudah dijeblokan ke sel tahanan untuk proses hukum selanjutnya. Kelima tersangka yaitu Direktur Utama Brian John Satya, AL selaku Direktur Admin dan keuangan, Fir sebagai Direktur pemasaran, MH sebagai Direktur Oprasional dan Direktur Divisi motor yaitu RS.

"Sejak kemarin (Kamis, 28/11/2019) siang kami sudah menetapkan tersangka baru dan menjebloskan yang bersangkutan ke sel tahanan Satreskrim Polrestbes Bandung," tutur Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri didampingi Wakasat Reskrim Kompol Suparma saat ditemui wartawan di Mapolrestabes, Jumat (29/11/2019).

Galih mengatakan, MI yang menjabat sebagai Direktur HRD tersebut mengetahui dan turut serta dalam praktik penipuan yang dilakukan tersangka utama yakni Bryan John Satya.

"Dia sebagai Direktur HRD bertugas mengabsensi rekan-rekannya sesuai perintah dari Bryan. Jadi dia juga tahu dan paham bagaimana prosesnya dalam bisnis ini, termasuk bagaimana dengan uang Rp 50 juta mendapat barang lebih dari itu. Kalau dibilang ini masalah keuntungan perusahaan, itu tak bisa dibenarkan karena itu uang konsumen," terangnya.

Sama dengan tersangka lainnya, terhadap MI polisi menerapkan pada pasal 372, pasal 378, pasal 55 ayat 1 dan pasal 3 UU Pemberantasan TPPU.

Dalam dijadikannya MI sebagai tersangka, dalam kasus ini total polisi telah menetapkan enam orang tersangka.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR