Pilkades Diharapkan Menjadi Media Edukasi Demokrasi Masyarakat

Daerah

Kamis, 28 November 2019 | 13:56 WIB

191128135740-pilka.jpg

dok

ilustrasi

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, Muhtadin berharap pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan secara serentak di 68 desa di Kabupaten Pangandaran bisa menjadi media edukasi demokrasi bagi masyarakat. Rencananya, Pilkades di Pangandaran akan digelar Sabtu, 30 November 2019.

"Semua tahapan Pilkades, mulai dari pendaftaran calon, kampanye sampai pemungutan suara, adalah media bagi pendidikan politik masyarakat paling dekat," tutur Muhtadin, Kamis (28/11/2019).

Menurut Muhtadin, Pilkades adalah praktik demokrasi formal dalam level terkecil. Dari Pilkades ini bisa diamati secara lebih dekat bagaimana karakter masyarakat dalam memilih pemimpinnya.

"Pilkades seharusnya menjadi ajang pendidikan dan pembelajaran praktik politik yang partisipatif dalam masyarakat desa. Bagaimana tidak, dalam kontestasi pilkades semua masyarajkat bisa terlibat langsung," ujarnya.

Setidaknya, tambah Muhtadin, ada tiga hal yang bisa jadi sorotan. Pertama, pada masa kampanye masyarakat punya kesempatan untuk menguji visi misi calon kepala desa dengan dialog langsung. Menguji kemampuan kepemimpinan calon sebagai sesuatu yang harus dilakukan.

Kedua, masyarakat harus berani menolak politik uang dan kampanye hitam yang bersifat mengadu domba. Ketiga, pada tahapan akhir Pilkades yakni menerima keputusan hasil pemungutan dan penghitungan suara.

"Jadikan kekalahan atau kemenangan sebagai sesuatu yang harus disikapi dengan bijaksana. Ekpresi kekalahan oleh tim sukses calon yang kalah harus legowo dan menerima keputusan secara bertanggungjawab," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR