Angkutan Perkotaan di Kawasan Situs Purbakala Sangiran Siap Dioperasikan

Nasional

Selasa, 26 November 2019 | 21:32 WIB

191126210259-angku.jpg

Tok Suwarto

Kabid Angkutan Jalan, Dishub Pemprov Jateng, Heribertus Slamet Widodo

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Tengah) mulai memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) situs purbakala Sangiran. Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Jateng akan merealisasikan dukungan tersebut, dengan mengoperasikan angkutan aglomerasi perkotaan koridor Terminal Tirtonadi Solo - Museum Purbakala Sangiran -Terminal Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Menjelang pengoperasian angkutan aglomerasi yang dijadwalkan mulai Juli 2020, Dishub Pemprov Jateng melakukan sosialisasi tentang tujuan pengembangan angkutan perkotaan tersebut. Dalam sosialisasi yang dimulai Selasa (26/11/2019), telah ditentukan titik-titik halte yang akan disinggahi angkutan aglomerasi perkotaan yang menghubungkan Terminal Tirtonadi Solo dengan Terminal Sumberlawang dengan persinggahan Museum Purbakala Sangiran di arah timur jalur antara Tirtonadi - Sumberlawang.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dishub Pemprov Jateng, Heribertus Slamet Widodo, menjelaskan kepada wartawan, di Solo, jarak antara Terminal Tirtonadi - Museum Purbakala Sangiran -Terminal Sumberlawang yang akan dilintasi angkutan aglomerasi perkotaan seluruhnya sepanjang 34,9 kilometer. Di sepanjang rute tersebut, terdapat 86 halte potensial pendukung operasional koridor tersebut.

“Lokasi halte persinggahan berada di titik-titik yang memiliki potensi demand besar, seperti sekolah, permukiman penduduk, pabrik dan di fasilitas layanan kesehatan,” kata Heribertus Slamet Widodo, Selasa (26/11/2019).

Dia merinci, di antara 86 halte potensial itu dari arah Sumberlawang ke Terminal Tirtonadi terdapat 32 halte termasuk dalam skala prioritas. Sebaliknya, dari arah Terminal Tirtonadi ke Terminal Sumberlawang tercatat sebanyak 33 halte termasuk dalam skala prioritas.

"Saat ini total halte prioritas berjumlah sebanyak 65 unit. Namun sambil berjalan penempatan halte akan disurvei dan ditinjau ulang dengan melibatkan stakholder terkait, baik Organda maupun Dinas Perhubungan Kabupaten," jelasnya.

Jam operasional angkutan aglomerasi perkotaan yang merupakan rintisan dan pertama di wilayah Surakarta, direncanakan selama 15 jam dari pukul 06.00 sampai 21.00 WIB. Sedangkan sebagai operator eksisting pada trayek yang akan dilalui angkutan tersebut, akan dibentuk konsorsium yang melibatkan 11 badan hukum, perusahaan otobus dan koperasi yang kemungkinan akan bergabung dalam konsorsium.

Menyinggung armada bus untuk melayani jalur di kawasan strategis pariwisata nasional situs purbakala Sangiran itu, pengadaannya ditangani para operator dan pihak pemerintah memberikan layanannya. Sistem yayanan angkutan aglomerasi perkotaan tersebut, dihitung per kilometer dan bukan per penumpang. Besarnya tarif penumpang berdasarkan perkiraan sebesar Rp 4.000 untuk penumpang umum dan pelajar, buruh serta veteran sebesar Rp 2.000.

“Kami harapkan layanan angkutan aglomerasi perkotaan ini menggunakan armada baru berkapasitas 33 orang. Pada tahap pertama akan disediakan 14 armada dari 19 armada yang dibutuhkan," sambungnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR