Penyandang Disabilitas Kota Solo Dilatih Perdagangan Online

Nasional

Selasa, 26 November 2019 | 14:44 WIB

191126144436-penya.jpg

Tok Suwarto

PEMKOT Solo memfasilitasi para penyandang disabilitas di Kota Solo untuk menjadi pelaku usaha start up, khususnya di bidang usaha pemasaran produk secara online atau sebagai reseller. Pada angkatan pertama, sebanyak 150 penyandang disabilitas yang rata-rata masih berusia muda, mendapatkan pembekalan berupa "Pelatihan Marketing Online" di Balai Kota Solo, sejak 18 November 2019 lalu.

"Para peserta pelatihan tersebut, akan kita pertemukan dengan para pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) produsen berbagai produk, dalam kegiatan Solo Trade Expo 2019 pada 28 November sampai 1 Desember 2019. Di pameran dagang tersebut, sebanyak 110 UMKM dari berbagai bidang usaha,  di antaranya kuliner, fashion, cinderamata, aksesori dan lain-lain, termasuk otomotif, membuka stand untuk bertransaksi maupun menjalin jaringan dagang," ujar Heru Sunardi, Kepala Dinas Perdagangan (Disperdag), kepada wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (26/11/2019).

Heru mengungkapkan, Solo Trade Expo 2019 ini dikonsep berbeda dengan pameran yang sama di tahun-tahun sebelumnya, yakni konsep expo atau pameran dan hiburan kini ditambah edukasi.

Disperdag secara khusus melibatkan banyak pihak, khususnya kalangan generasi muda termasuk para penyandang disabilitas, dalam kegiatan edukasi pengembangan usaha start up dan sistem jaringan usaha.

"Sekarang ini pengembangan usaha perdagangan online yang melibatkan banyak reseller sedang menjadi tren. Di Solo Trade Expo, para peserta pelatihan kita arahkan untuk mengembangkan usaha, yang tujuan akhirnya adalah mendongkrak gairah perekonomian bersama para pelaku usaha di Kota Solo," jelasnya.

Kepala Disperdag Pemkot Solo itu yakin, di kalangan peserta pelatihan marketing online akan tercipta banyak reseller yang membantu pengembangan penjualan UMKM dan memaksimalkan omset penjualan pasca kegiatan expo. Sedang di sisi lain, Solo Trade Expo juga bertujuan menjadi salah satu solusi pengurangan pengangguran angkatan kerja di perkotaan sebagai tenaga kerja di sektor non-formal.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR