Normalisasi Sungai Seputar Kota Subang Terhambat Bangunan Liar

Daerah

Minggu, 24 November 2019 | 10:51 WIB

191124105306-norma.jpg

Dally Kardilan

BUPATI Subang, H.Ruhimat saat melakukan kunjungan dan memantau langsung salah satu aliran sungai yang masuk ke Situ Sukamelang, Subang, beberapa waktu lalu.

ALIRAN sungai yang berada di seputaran Kota Subang, kerap terhambat untuk dinormalisasi. Selain masih banyaknya warga yang membuang sampah, juga diperparah dengan adanya bangunan liar (bangli).

Kondisi ini, menurut pengamat lingkungan Cece Rahman yang ditemui Ahad (24/11/2019) sudah cukup lama, dan sepertinya tidak ada dorongan serius dari aparat terkait hingga terbawah, terlebih daerah aliran sungai (DAS) berubah fungsi. “Coba saja saat Bupati dan jajarannya bergotong royong serta mengerahkan alat berat, tapi terhambat karena ada bangunan melintas sungai,“ ujarnya.

Bupati Subang, H. Ruhimat  sempat membenarkan kalau terjadinya genangan atau banjir bila hujan besar di permukiman warga, salah satunya akibat bangunan liar di bantaran sungai. “Iya, banyaknya bangunan di bantaran sungai yang menyulitkan alat berat untuk turun ke sungai. Terlebih di aliran sungai yang melintas ke permukiman warga. Jangankan alat berat berukuran besar yang kecil pun sulit masuk,” katanya.

Untuk itu, dia menambahkan, bangunan bangunan di bantaran kali harus dibereskan secara menyeluruh, bukan kasus per kasus dengan duduk bersama dengan dinas terkait. Ia mencontohkan, bantaran Sungai Cileuleuy, saat ini banyak ditemukan sedimen sehingga berpotensi mengganggu kelancaran aliran sungai yang berhulu di wilayah Subang selatan tersebut.

Di tempat terpisah, Ketua Forum Komunikasi Pengelola Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Korwil Subang, Yaya Sudarya menyambut baik adanya upaya nyata dan wacana untuk menertibkan bangli di sempadan sungai baik sungai alam maupun sungai buatan/irigasi teknis (saluran sekunder).

“Melihat beberapa kali Bupati dan Wabup Subang turun ke masyarakat dengan inisiatif dari para lurah di wilayah Kecamatan Subang ini adalah bukti quick respon yang positif sekali,“ katanya.

Bila bangli dibiarkan, lanjutnya, akan mengundang aktivitas manusia lainnya yang berpotensi mengganggu  sehingga dalam penanganannya diperlukan sinergisitas antara Pemkab Subang, PJT II dan pihak kepolisian, Satpoldam didukung Forkopimda.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR