PDAM Solo Lakukan Droping Air Bersih untuk Pelanggan yang Pasokan Airnya Keruh

Nasional

Jumat, 22 November 2019 | 21:02 WIB

191122204101-pdam-.jpg

Tok Suwarto

Jajaran Direksi PDAM Solo yang dilantik Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Solo, Jumat (22/11/2019).

DIREKTUR Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Solo, Agustan menyatakan, pihaknya tidak memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak proyek pemerintah maupun yang pada puncak musim kemarau ini air dalam kondisi kotor atau keruh. Namun, bagi pelanggan yang aliran airnya terhenti akibat pekerjaan proyek pemerintah atau kondisi air keruh, dijanjikan droping air menggunakan mobil tangki secara gratis.

"Kami tidak sampai ke pemberian kompensasi. Kecuali kalau penyebabnya kami tidak ada subtitusi pelayanan, boleh memberi kompensasi kerugian pelanggan," katanya kepada wartawan, seusai pelantikan jajaran direksi PDAM di Balai Kota, Jumat (22/11/2019).

Dia menanggapi masalah terhentinya pasokan air ke pelanggan karena ada pengalihan pipa untuk proyek flyover Purwosari dan pasokan air ke pelanggan di sejumlah kawasan yang kondisi airnya keruh.

Agustan menganggap, distribusi air bersih mengunakan truk tangki ke pelanggan terdampak proyek dan pelanggan yang pasokan airnya kotor, merupakan upaya untuk mengurangi kerugian pelanggan yang tidak teraliri air bersih maupun ke pelanggan yang kualitas airnya buruk. "Siapapun pelanggan yang minta droping air kami layani," tandasnya.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) PDAM Solo, Bayu Tunggul Pamilih, menambahkan, pendistribusian air bersih dengan mobil tangki sudah dilaksanakan sejak Kamis (21/11/2019). Selama dua hari operasipnal, tercatat sebanyak 20.000 liter air bersih didrop ke pelanggan di berbagai wilayah.

"Kami menyiagakan enam truk tangki, masing-masing berkapasitas 4.000 liter. Setiap truk dalam 24 jam bisa melayani sampai delapan rit," jelasnya.

Menyinggung pasokan air ke pelanggan yang dalam kondisi kotor dan keruh, Agustan menghimbau agar selama masih keruh sebaiknya jangan digunakan. Dia memastikan setelah air yang keruh dibuang kondisinya akan normal kembali jernih.

"Kami saat ini juga melakukan pengurasan pipa atau wash out selama seminggu ke mendatang," sambung Bayu.

Bersamaan dengan proses pengurasan pipa, lanjutnya, PDAM Solo juga melakukan perbaikan pipa yang rusak di 30 titik. Kerusakan tersebut akibat terkena tekanan air yang sangat kuat di dalam pipa.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR