Kompany Ungkap Insiden yang Kini Membuat Liverpool Musuh Nomor Satu Manchester City

Soccer

Senin, 11 November 2019 | 10:06 WIB

191111100528-kompa.jpg

dailymail

Mantan kapten Manchester City Vincent Kompany mengungkap insiden yang membuat The Kopites musuh nomor satu The Citizens. Dikutip dari DailyMail kemarin, ia mengatakan serangan suporter The Reds pada bus skuad asuhan Pep Guardiola tahun lalu itu tak hanya memicu emosi tapi juga perseteruan.

Kala itu bus yang tengah melaju menuju Anfield jelang laga perempat final Liga Champions pada April 2018 disergap Liverpudlian yang melakukan aksi rusuh. Semua diungkap Kompany dalam buku barunya, Treble Triumph, Vincent Kompany: My Inside Story of Manchester's Greatest Ever Season yang juga diserialkan dalam The Sun.

Tak terlupakan.

“Saya berada di dalam bus saat batu bata menghantam. Saat itu segalanya berubah. Persaingan tak lagi biasa dan Liverpool menjadi tim nomor satu yang harus kami kalahkan. Suasana para penggemar City terhadap pertandingan-pertandingan melawan Liverpool pun berubah,”katanya. 

"Mereka selalu dianggap sebagai perlengkapan yang sulit tetapi sekarang ada lebih banyak ketegangan." Insiden itu terjadi menjelang kekalahan 3-0 untuk City. Mereka juga kehilangan pertandingan kandang 2-1. Ia menambahkan sebelumnya laga kontra Liverpool selalu tidak mudah tapi setelah serangan tadi tensi ikut meningkat. Insiden terjadi menjelang kekalahan 3-0 untuk City. Mereka juga kehilangan poin di pertandingan kandang dengan kekalahan 2-1.

Dari botol hingga batu bata melayang.

Pemain Belgia berusia 33 tahun yang sekarang menjadi pelatih   Anderlecht itu  menambahkan, “Tidak seorang pun dari kami yang berada di dalam bus merasa  takut. Tapi pengalaman itu sangat tidak menyenangkan dan seharusnya tidak pernah dibiarkan terjadi." Di luar kekerasan, Kompany menyebut keputusan yang dianggap merugikan City dalam laga sendiri membuat hari itu semakin tak terlupakan.

Menyusul insiden bus City, pihak Liverpool meminta maaf dan membayar kompensasi dan denda UEFA sebesar £ 17.500 atau Rp 313 juta. Kerusuhan juga membuat pelatih Jurgen Klopp berkomentar. “Aku percaya dengan kekuatan suporter di dalam stadion. Tapi kejadian itu sangat tidak perlu. Jika siapa pun di Manchester City masih merasa tidak nyaman, maka itu kesalahan kami,” katanya.

Laga pun berujung kekalahan bagi Manchester City.

Klopp juga menyebut pihaknya bertanggung jawab untuk memastikan  kejadian serupa tidak terulang. Meski tidak semua Liverpudlian “destruktif”, pelatih Jerman itu tidak menafikan fakta jika ada saja yang anarkis. “Karena itu kita bertanggung jawab. Semua harus memastikan peristiwa yang sama tidak akan berulang,” tegasnya. Sesuatu yang juga didukung aparat kepolisian  Merseyside.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR