Pesta Miras, Nyawa Dua Warga Bekasi Melayang

Nasional

Jumat, 1 November 2019 | 15:40 WIB

191101154112-pesta.jpg

liputan6.com

ilustrasi

ISWANTO (38) dan Bubun (46) meninggal dunia usai menggelar pesta minuman keras oplosan di Jalan Kampung Karang Jaya RT 1/26, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Keduanya tewas setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari ini.

"Benar ada dua korban yang tewas, saat ini tengah ditangani bersama Polres Kota. Lokasinya di wilayah Kabupaten Bekasi, tapi informasinya minuman oplosan dibeli di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Bekasi, AKP Sunardi, Jumat (1/11/2019.

Kasus tewasnya dua warga ini diusut atas laporan yang disampaikan masyarakat dilaporkan pada Siaga Ops Polda Metro Jaya dengan laporan : Lapga/295/62-Bt/X/2019/Restro Bek Kota. Selain Iswanto dan Bubun, terdapat satu korban lainnya yang turut dalam pesta miras mematikan itu. Adalah Cecep Supriandi yang kini kritis dan tengah menjalani perawatan intensif dari tim dokter Rumah Sakit Mekarsari, Bekasi Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan "PR", Tommi Andryandy, peristiwa tewasnya dua warga tersebut yakni saat mereka menggelar pesta miras oplosan jenis ginseng di Kampung Karang Jaya, Tambun Utara, Senin (28/10/2019). Dilaporkan bahwa miras tersebut diperoleh dari salah seorang penjual di sekitar Kecamatan Bekasi Timur.

Sedangkan pesta yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB itu baru usai menjelang dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Usai menenggak miras tersebut, ketiga korban kemudian membubarkan diri. Kemudian memasuki siang hari, korban Iswanto mulai mengeluhkan rasa mual hingga pusing. Dia pun lantas dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi untuk menjalani perawatan.

Beberapa hari menjalani perawatan, kondisi Iswanto tak kunjung membaik hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu (30/10/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. Kondisi serupa dialami korban lainnya, Bubun yang juga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sehari berselang, Kamis (31/10/2019) giliran Bubun yang menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dan pendalaman kasus ini. Sebab, kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya. "Kami masih melakukan penyelidikan, dan mengungkap kasus miras oplosan ini," katanya.

Camat Tambun Utara, Dodo Hendra Rosika peristiwa korban tewas akibat miras bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kasus serupa sempat terjadi hingga merenggut sejumlah warga. Namun, setelah sejumlah kejadian tersebut, Dodo mengaku pihaknya langsung melakukan berbagai pencegahan hingga akhirnya Tambun Utara sempat mendapat predikat wilayah bebas miras.

"Kami bersama Polsek Tambun terus melakukan penyuluhan akan bahaya miras oplosan ini. Saya kaget mendapatkan informasi warga saya ada yang meninggal dunia akibat pesta miras oplosan ini. Padahal, wilayah Tambun Utara beberapa waktu lalu memang sudah dinyatakan bebas peredaran miras oplosan," kata dia.

Dengan kembali terjadinya kasus kematian akibat miras, dia menegaskan bakal meningkat patroli dengan menggandeng masyarakat untuk mencegah praktik miras maupun narkoba.

"Sudah beberapa kali kami bersama petugas kepolisian melakukan razia dan menangkap pelaku penjual miras. Terkait kejadian ini kemungkinan miras itu didapatkan bukan dari wilayah Tambun Utara, namun dari wilayah lainya tapi tetap korbannya warga kami. Maka tetap harus ada pencegahan," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR