H. Saepudin Kembali Pimpin Gapensi Cimahi

Bandung Raya

Kamis, 31 Oktober 2019 | 20:29 WIB

191031202025-h-sae.jpeg

Dadang Setiawan


PENGUATAN kemitraan dengan Pemkot Cimahi dan pembenahan organisasi menjadi salah satu tugas H. Saepudin, Ketua BPC Gapensi (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia) Cimahi periode 2019-2023. Apalagi H. Saepudin terpilih kembali memimpin Gapensi Cimahi secara aklamasi dalam Muscab BPC Gapensi ke-V yang dilaksanakan di The Edge, Jalan Baros, Kota Cimahi, Kamis (31/10/2019).

Menurut Saepudin, dengan terpilihnya kembali jadi Ketua BPC Gapensi Cimahi, ia akan segera melakukan berbagai langkah untuk kemajuan organisasinya. Salah satu langkah yang dilakukannya dengan memperkuat kemitraan dengan Pemkot Cimahi maupun lembaga lain.

Penguatan SDM, lanjutnya, perlu dilakukan agar pengerjaan proyek kontruksi dikerjakan para pengusaha jasa kontruksi di Cimahi. Sebab, selama ini tidak sedikit pengerjaan kontruksi dilakukan pengusaha dari luar Cimahi.

"Untuk memenangkan tender kontruksi juga, perlu kesiapan matang seperti dalam administrasi hingga permodalan. Karenanya, kita akan dorong semua anggota bisa melengkapi administrasinya," tambah Saepudin.

Untuk permodalan, lanjut Saepudin, pihaknya sedang berkomunikasi dengan Bank bjb. Sebab tidak sedikit kontraktor di Cimahi terkendala permodalan untuk memenangkan suatu tender.

"Permodalan sangat penting, apalagi pengusaha harus punya minimal 30 persen dari nilai proyek. Makanya kita berkominikasi dengan bank bjb untuk memfasilitasinya," katanya.

Terkait persaingan dengan kontraktor asing, Saepudin menuturkan, selama ini tidak ada pengaruhnya. Sebab kontraktor asing mengerjakan proyek-proyek yang nilainya besar.

"Pengerjaan proyek dibagi dalam kelas kecil, menengah dan besar. Untuk kelas kecil maksimalnya dana pengerjaannya Rp 10 miliar. Biasanya Kontraktor asing mengambil pekerjaan diatas Rp 10 miliar, sedangkan pengusaha kita dibawah Rp 10 miliar. Jadi selama ini tidak ada pengaruhnya, apalagi pengerjaan di Cimahi kebanyakan di bawah Rp 10 miliar," katanya.

Sementara anggota Komisi 3 DPRD Cimahi, Enang Sahri menuturkan, muscab kali ini harus jadi tonggak bagi Gapensi Cimahi untuk meningkatkan kapasitasnya. Dengan begitu semua pengerjaan proyek kontruksi di Cimahi bisa dikerjakan para pengusaha jasa kontruksi setempat.

"Anggaran kita besar untuk pengerjaan kontruksi. Yah, minimal 75 persennya harus dikerjakan para pengusaha kontruksi dari Cimahi. Makanya kita terus bantu, walaupun untuk mendapatkan pekerjaan itu, tentu organisasi dan anggotanya juga harus kokoh," ujarnya.

Menurut Enang, pihaknya juga membantu dalam hal regulasi seperti dibuatnya Perda. Dimana Perda itu bisa mempermudah dalam hal perizinan dan lainnya. "Kita juga bantu dengan Perda agar pengusaha mudah mengurus persyaratan-peryaratannya," ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR