Bedah Jurnal Ilmiah Fakultas Ushuluddin UIN SGD

Ubah Skripsi Menjadi Artikel

Bandung Raya

Kamis, 31 Oktober 2019 | 20:18 WIB

191031201933-ubah-.jpg

Nana Sukmana


MAHASISWA dan para dosen harus lebih mengenal secara lebih mendalam dan mampu berkontribusi dalam publikasi karya ilmiah melalui jurnal. Pasalnya, jurnal memiliki peran sentral dalam pengembangan pengetahuan.

Sejumlah artikel hasil penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal diseleksi melalui proses review yang ketat, sehingga artikel tersebut sudah setara atau bahkan lebih tinggi dari skripsi dan layak menjadi rujukan pengembangan pengetahuan.

"Dengan demikian hasil penelitian skripsi hendaknya diubah menjadi artikel ilmiah. Bahkan, kebijakan penulisan skripsi pun memungkinkan pula diganti dengan artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terakreditasi nasional," ungkap Dekan Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., didampingi Kasubbag Humas, Drs. H. Rohman Setiaman, kepada galamedianews.com, di Kampus I, Jalan A.H. Nasution 105 Cibiru Kota Bandung, Kamis (31/10/2019).

Berdasarkan pemikiran tersebut, menurut Yudi, panggilan akrab Wahyudin Dharmalaksana, fakultasnya menyosialisasikannya dalam sebuah diskusi bertajuk "Bedah Jurnal Ilmiah: Mengubah Skripsi Menjadi Jurnal", Rabu (30/10/2019).

Acara yang diikuti mahasiswa, dosen, dan para pakar, baik dari lingkungan UIN SGD Bandung maupun dari Kementerian Agama RI ini, menghadirkan Dr. H. Ahmad Juraidi, M.A., Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag sebagai nara sumber utama.

Selain itu, terangnya, ada beberapa nara sumber lainnya, yakni Kepala Sub Direktorat Dakwah dan Hari Besar Islam, H. Lukmas, AS., S.H., M.M.; Kepala Sub Direktorat Lembaga Tilawah dan Musabaqah Alquran dan Alhadis, H. Solehuddin, M.M.; Kasi Pengembangan Regulasi dan Metode Dakwah, H. Subhan, Lc.; peneliti penulis artikel jurnal ilmiah, Firman Nugraha, dan Ketua Laboratorium Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, Dr. Irma Riyani, M.A.

Kegiatan ini, lanjutnya, terselenggara atas kerja sama Laboratorium Fakultas Ushuluddin dengan Pengelola "Jurnal Bimas Islam" Direktorat Dakwah dan Hari Besar Islam, Direktorat Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Tujuannya untuk mendekatkan segenap civitas akademika, khususnya mahasiswa dengan jurnal ilmiah agar mereka memiliki interest untuk memublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal. Skripsi 'kan karya ilmiah hasil penelitian. Oleh karena itu mahasiswa harus mampu menyarikan skripsi menjadi artikel," kata Yudi.

Yudi menuturkan, "Jurnal Bimas Islam" dikelola oleh Seksi Pengembangan Regulasi dan Metode Dakwah, Sub Direktorat Dakwah dan Hari Besar IslamKemenag dan telah terakreditasi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam bentuk cetak. Sedangkan tampilan elektroniknyamenerapkan Open Journal System (OJS) setara akreditasi nasional Science and Technology Index (Sinta) level 2.

"Jurnal Bimas Islam berkomitmen untuk terus menguatkan kerja sama dengan kami untuk sama-sama meningkatkan penulisan artikel ilmiah di tingkat dosen dan mahasiswa secara kolaborasi. Peningkatan publikasi ilmiah di Ushuluddin dikendalikan oleh laboratorium," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR