UIN SGD Bandung Targetkan Akreditasi Asia

Bandung Raya

Kamis, 31 Oktober 2019 | 19:39 WIB

191031194038-uin-s.jpg

Nana Sukmana


PENCAPAIAN akreditasi institusi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), tidak membuat pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung berpuas diri. Target berikutnya adalah masuk ke level Asia Tenggara.

“Program studi yang telah terakreditasi A harus siap ke akreditasi level Asia Tenggara. Sementara yang masih B harus reakreditasi dalam satu dua tahun ini untuk meraih peringkat unggul, A,” tegas Wakil Rektor Akademik UIN Bandung, Prof. Rosihon Anwar saat membuka “Sosialisasi Perangkat Akreditasi Program Studi dengan Sembilan Standar” di Kampus I Jalan A.H. Nasution 105 Cibiru, Kota Bandung, Kamis (31/10/2019).

Acara yang menampilkan narasumber, Dr. Setiawan, M.Pd., dosen UPI Bandung, tim ahli BAN PT Wakil Dekan Bidang Akademik, para Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, para Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, serta para Ketua Program Studi di lingkungan UIN Bandung, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu. Dari 45 program studi S-1, dan 15 di pascasarjana. Ke-22 nya telah meraih A. percepatan luar biasa diperiode pertama kepemimpinan pak Rektor, Prof Mahmud. Bahkan ditargetkan agar dua tahun yang akan datang, ada sekitar 40 program studi kita meraih peringkat A, unggul,” katanya.

Meskipun kini telah ditetapkan sembilan standar, lanjut Guru Besar Ilmu Tafsir Fakultas Ushuluddin, dengan potensi yang dimiliki, fasilitas, sumber daya manusia, kesiapan unit pelaksana teknis, diyakini UIN Bandung siap dan optimis dapat meraih hasil maksimal.

“Ini jariah akademik, harus bekerja keras, meningkatkan mutu ke level lebih tinggi. Bagaimanapun hasil unggul itu akan memberikan dampak internal dan eksternal yang besar, khususnya kepada anak-anak kita, alumni,” katanya.

Sementara Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ija Suntana mengingatkan, agar akreditasi jangan hanya sekadar hajatan, tapi harus menjadi budaya organisasi perguruan tinggi dalam upaya menjamin mutu.

“Akreditasi, baik itu di level program studi dan institusi harus menjadi tradisi, bukan kegiatan hajatan lima tahunan. Tidak harus membuat sibuk banyak pihak dalam waktu yang pendek, melainkan menjadi proses berkelanjutan, menjadi rutinitas sehingga rentang waktunya memadai,” ujar dosen Fakultas Syariah dan Hukum.

Hal yang paling penting lagi, imbuhnya, harus ada upaya pembenahan mutu proses dan hasil setelah melewati proses validasi kelengkapan dokumen. Peringkat baik, sangat baik dan unggul merupakan simbol penghargaan kinerja, yang di dalamnya terkandung makna kelayakan program studi menjalankan proses pendidikannya.

Ditegaskannya, LPM UIN SGD Bandung akan terus bergerak mempersiapkan dan mendorong program studi dan fakultas untuk meraih target yang ditetapkan. Dimulai dari penyusunan standar mutu semua unit, audit internal per semester ke seluruh program studi dan berbagai unit, memberikan bimbingan dan sosialisasi serta yang lainnya.

“Kami berusaha untuk memastikan target yang ditetapkan dapat dipenuhi, bahkan dilampaui,” pungkasnya,

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR