PTMSI Jabar Siap Selesaikan Kemelut di Kepengurusan Pusat

Sport

Kamis, 31 Oktober 2019 | 14:15 WIB

191031141559-ptmsi.jpg


PERSATUAN Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Barat siap jadi terdepan dengan gerakan untuk tenis meja Indonesia maju, guna menyelesaikan kemelut di pengurus pusat PTMSI yang terdapat tiga kepengurusan.

Seperti diketahui, kepengurusan PTMSI di tingkat pusat mengalami tigalisme kepemimpinan. Sementara untuk PB PTMSI Jabar terdapat dua kepengurusan di bawah kepemimpinan Peter Layarda, Lukman Eddy, serta PP PTMSI di bawah pimpinan Oegroseno.

Langkah yang dilakukan PTMSI Jabar, akan secepatnya menginventarisir mantan pengurus, wasit, mantan atlet nasional untuk berembuk mencari jalan keluar penyelesaikan kisruh di PTMSI pusat.

"Kita akan melakukan pertemuan dengan para mantan pengurus PTMSI, Pengda-Pengda, mantan atlet, dan wasit, untuk menentukan langkah penyelesaian kemelut di tubuh PTMSI pusat, dan nanti hasilnya akan kita laporkan kepada KONI, KOI, dan Kemenpora. Semoga dengan pertemuan nanti ada jalan keluarnya, dan PTMSI pusat permasalahannya berakhir dan tahun 2020 sudah selesai," ungkap Ketua PTMSI Jabar, Ade Koesjanto, saat ditemui di Sekretariat PTMSI Jabar, Jln. Pajajaran Bandung, Kamis (31/10/2019).

Ade mengatakan, pihaknya sudah mendapat dukungan dari komunitas tenis meja Jabar serta mantan atlet Jabar untuk menyelesaikan permasalahan di PTMSI pusat.

Dampak dari kisruh di PTMSI pusat berujung dengan tidak dipertandingkannya cabang ini di Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

"Bahkan yang terbaru, tenis meja tidak dikirimkan ke SEA Games 2019 di Manila Filipina, dan yang paling kena imbasnya para atlet tenis meja. Padahal, mereka  sudah berlatih keras untuk memperkuat negara dan daerahnya di PON," paparnya.

Satu-satu cara yaitu dengan menyelesaikan dulu masalah di pusatnya, dengan jalan musyawarah antara pengurus PTMSI yang tigalisme, Kemenpora, KONI dan KOI.

"Kalau dengan musyawarah tidak bisa menyelesaikan permasalahannya, maka pemerintah bisa mengambil keputusan dengan memiliki kewenangan yang ada demi kepentingan Indonesia maju dan Pengda-Pengda PTMSI seluruh Indonesia akan mendukungnya," tuturnya.

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR