FPTI Kota Bandung Gelar Kursus Juri dan Pembuat Jalur Kompetisi

Sport

Rabu, 30 Oktober 2019 | 13:47 WIB

191030134819-fpti-.jpg


PENGURUS Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bandung menggelar Kursus Juri dan Pembuat Jalur Kompetisi C3 Tingkat Kota/Kabupaten 2019, yang akan digelar di Meeting Room Lt 3 GOR KONI Bandung, Jln Jakarta, dimulai dari Kamis (31/10/2019) s.d. Sabtu (2/11/2019).

Ketua Panitia Pelaksana Della Rachmadi mengatakan, kursus juri dan pembuat jalur ini merupakan tingkat dasar atau C3, yang digelar secara terbuka.

"Kursus ini baru kita gelar kembali setelah lama, diharapkan banyak yang ikut serta mengingat untuk menjadi juri dan pembuatan jalur ada tahapan dan diawali dari dasar C3 ini," ungkap Della, saat ditemui di Sekretariat Pengcab FPTI Kota Bandung, Jln. Jakarta Bandung, Rabu (30/10/2019).

Della mengatakan, tujuan diadakannya kursus juri dan dan pembuat jalur ini untuk regenerasi, sebab di Pengcab Kota Bandung dirasakan masih kurang tenaga juri dan pembuat jalur.

"Kita ingin ada regenerasi dari yang muda-muda untuk mengikuti juri dan pembuat jalur ini, dan nantinya dari kursus ini akan ada yang bisa hingga jenjang tingkat lebih tinggi. Apalagi ini dasar tentunya nantinya bisa mengikuti C2 tingkat provinsi dan terakhir ke C1 tingkat nasional," paparnya.

Kursus juri dan pembuat jalur ini terbuka untuk umum dari klub panjat tebing dan pencinta alam di wilayah Kota Bandung, serta bagi peserta dari luar Kota Bandung harus melampirkan surat rekomendasi dari Pengda FPTI Jabar.

"Dari Pengcab luar Bandung bisa mengikuti kursus ini, dengan melapirkan surat rekomendasi dari Pengda FPTI Jabar," tegasnya.

Selain itu dalam kursus ini juga peserta harus mengikuti tes kursus terlebih dulu, apabila lulus dalam tes maka peserta bisa langsung mengikuti kursus.

"Jadi peserta wajib untuk ikut test kursus, yang digelar pada Kamis (31/10), bila lulus bisa mengikuti kursus dan itu memang sudah menjadi aturannya selama ini," katanya.

Della juga menjelaskan, untuk juri materi lebih banyak di kelas hampir 90 persen dengan meliputi dasar organisasi kompetisi panjat tebing, perkembangan peraturan kompetisi, menguasai komputer, jiwa kepemimpinan, serta nantinya mempunyai pemanjatan grade 5.9.

"Untuk pembuat jalur akan lebih banyak praktik dan peserta masih aktif minimal 2 tahun, mempunyai pemanjatan minimal grade 5.10, mengetahui tentang alat dan tali temali, serta yang terpenting kerjasama tim," jelasnya.

Para peserta juga nantinya bila lulus akan mendapatkan surat keterangan kursus C3, dan nantinya bisa melanjutkan ke janjang lebih tinggi lagi.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR